Home » , , » 7 TIPS Agar Bahagia di Tempat Bekerja

7 TIPS Agar Bahagia di Tempat Bekerja

smiley
Tetap Berpikiran Positif 

Apakah anda bahagia di tempat kerja?
Apakah lingkungan pekerjaan anda kondusif?
Apakah anda bangga dengan karir yang sedang anda jalani?

Mulailah membaca artikel ini dengan menjawab ketiga pertanyaan tersebut. Jika jawabannya TIDAK semua maka anda harus mulai mencari tahu KENAPA. Andaikan anda sebuah sistem mekanis, anda tidak akan beroperasi sebagaimana mestinya jika ada salah satu komponen yang tidak beres atau tidak sesuai. Andaikan sebuah komputer, jika bagian prosesor grafis tidak kompatibel, komputer tidak akan dapat menampilkan gambar dengan maksimal atau bahkan tidak dapat menampilkan gambar sama sekali di tampilan monitor.

Untuk mengetahui dimana letak 'ketidaksesuaian' itu, mulailah dengan introspeksi diri sendiri. Lingkungan memang menentukan produktivitas karyawan, namun kondusif atau tidaknya lingkungan tersebut tergantung peran anda juga di dalamnya. Jika anda membiarkan lingkungan kerja berisi hal-hal negatif tentu akan memberikan dampak yang negatif juga untuk pekerjaan anda.

Lalu bagaimanakah untuk mempengaruhi lingkungan kerja kita, agar hal-hal negatif berkurang, serta agar lebih kondusif untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Simak berikut ini tipsnya:

1. Jangan Terlalu Banyak Mengeluh!


positive thinking
Jadilah Positif untuk menyebarkan energi positif

Anda tentu sudah tidak asing dengan hal ini. Rekan kerja anda, bos anda, klien anda, ataupun anda sendiri tentu pernah mengeluh tentang pekerjaannya. Ini adalah hal yang wajar dan manusiawi namun dalam batas sewajarnya. Jika terlalu banyak keluhan akan menciptakan energi yang negatif, bukan hanya untuk anda sendiri tetapi juga untuk satu tim keseluruhan.

Mengeluh itu manusiawi, namun tidak akan menyelesaikan masalah apapun yang dikeluhkan. Mengeluh itu manusiawi, namun kondisi tidak akan berubah jika hanya dikeluhkan. Anda harus melakukan sesuatu untuk mencari solusinya.

Energi negatif yang muncul dari mengeluh hanya akan membuat produktivitas kerja menurun, semangat kendor, lebih parah lagi akan memunculkan apatisme terhadap organisasi. Jika terjadi masalah, masing-masing akan cenderung saling menyalahkan dan saling tunjuk siapa yang bertanggungjawab.

Kondisi ini biasanya terjadi di perusahaan besar, dengan badan organisasi yang besar juga. Energi negatif akan mudah menyebar menjadi racun bagi karyawannya. Keluhan yang fatal biasanya muncul bukan dari para new hire tetapi dari karyawan lama. Semangat para karyawan baru dapat dengan mudah terkikis karena terpengaruh energi negatif para pengeluh itu. Benar atau tidak substansi yang dikeluhkan, yang jelas ketika seseorang terus-terusan terkena energi negatif akan sangat sulit untuk tidak terpengaruh.

Jadi mulai sekarang STOP mengeluh! Daripada menyia-nyiakan energi yang dipunya untuk mengeluh, lebih baik lakukan sesuatu. Jadikan keluhanmu untuk menggapai kehidupan karir yang lebih baik. Jangan menjadi racun demi kebaikan bersama.


2. Ciptakan Lingkungan Kondusif dan Bangun Semangat Tim

semangat tim
Smells Like TEAM Spirit

Semangat tim akan membara jika berada dalam lingkungan kerja yang kondusif. Persepsi mengenai lingkungan yang kondusif tentu berbeda-beda. Namun pada dasarnya lingkungan kondusif adalah lingkungan yang membuat anda nyaman berada di dalamnya. Nyaman bekerja juga nyaman bersosialisasi dan menjadi bagian dari tim.

Untuk menciptakan lingkungan kondusif, pertama pahami peran anda di dalam lingkungan tersebut. Kemudian pahami rekan kerja dan atasan anda. Anda akan menemukan rekan kerja yang oportunis, punya agenda pribadi. Tetapi selama itu tidak mengusik anda, cukup watch and learn, ambil sisi positifnya dan buang sisi negatifnya.

Para oportunis biasanya mengambil keuntungan untuk diri sendiri, yang muncul dari kesempatan yang ada (walaupun kesempatan itu kecil). Ini menjadikan para oportunis terlihat seperti tidak memiliki prinsip namun memiliki cara berpikir taktis yang bisa melihat peluang kecil dan menjadikannya keuntungan. Tak heran jika para oportunis (yang baik) ini cenderung menjadi ujung tombak tim, serta memiliki karir yang cemerlang. Para oportunis (yang tidak baik) cenderung lempar tanggung jawab ketika terjadi masalah atau senang menusuk orang dari belakang.

Anda juga akan menemukan rekan kerja yang introvert asik dengan dunianya sendiri. Ada lagi rekan kerja yang apatis, yang penting datang kerja, pekerjaannya selesai, terus pulang. Tidak peduli hasil pekerjaannya seperti apa atau organisasinya akan jadi apa.

Anda akan menemukan berbagai macam sifat rekan kerja di sekeliling anda, yang penting tentukan peran anda untuk menciptakan lingkungan kondusif. Tidak juga menjadi seperti bunglon atau abu-abu, tetapi berprinsip lakukan yang terbaik untuk anda, pekerjaan anda, tim anda dan perusahaan anda.

Satu energi positif dari anda akan memunculkan energi positif lainnya. Bangun semangat tim, kerjasama tim dan bergeraklah ke arah perkembangan yang lebih baik. Bangun komunitas yang saling mempercayai, saling membantu untuk satu tujuan.


3. Tidak Perlu Mengkritik Pekerjaan Orang Lain

Criticism
Tidak usah kepo dengan pekerjaan orang lain

Sebaiknya tidak usah mengkritik pekerjaan orang lain, kecuali anda diminta, atau anda seorang bos yang memang bertugas untuk menilai dan mengkritisi setiap keputusan dan pekerjaan yang dilakukan bawahan anda. Banyak orang terjebak dengan cara berpikir seperti ini, terlalu sibuk memikirkan kritik atas pekerjaan orang lain, sementara pekerjaan sendiri tidak lebih baik.

Lagipula untuk apa memikirkan pekerjaan orang lain, sementara anda sendiri punya tugas dan tanggung jawab sendiri yang harus dikerjakan. Jika pun anda memiliki kesempatan untuk melihat dan menilai hasil pekerjaan orang lain, sebaiknya bersikap bijak. Lihatlah cara kerjanya, pelajarilah mengapa dia melakukan perkerjaannya lebih baik. Jika perlu minta pendapatnya mengenai pekerjaan anda, sekalian memperluas pertemanan.


4. Jadilah Optimis

pesimis
Tetap opimis jangan jadi pesimis

Orang Optimis mampu melihat setiap hal baik pada kondisi paling buruk sekalipun. Bertolakbelakang dengan orang pesimis yang melihat setiap hal pada sisi negatifnya terlebih dahulu, alih-alih prinsip prepare for the worst, sehingga hal buruk akan tetap dianggap buruk selamanya.

Menjadi optimis akan membantu anda lebih bahagia dengan pekerjaan anda, karena setiap kondisi apapun yang dilihat adalah hal positifnya terlebih dahulu. Yakinlah pada tugas yang dikerjakan


5. Raih Kepercayaan Atasan

subordinates
Jangan selalu jadi follower, dapatkan kepercayaan dari atasan anda

Bekerja pada lingkungan yang selalu terkontrol akan sedikit demi sedikit mengikis rasa percaya diri dan rasa optimis anda. Ini karena anda menjadi terbiasa pada perintah dan supervisi dari atasan. Rasa ragu-ragu akan meningkat seandainya terjadi perubahan signifikan terhadap pekerjaan. Kondisi ini dapat terjadi ketika Anda tidak mendapatkan kepercayaan dari atasan, atau atasan anda tidak membiarkan anda bekerja secara mandiri. Sehingga setiap tahap pekerjaan anda selalu diawasi dan dikritisi, tidak ada kesempatan trial dan error untuk mendapatkan pengalaman.

Cobalah untuk mendapatkan kepercayaan dari atasan, agar anda dapat memformulasikan cara bekerja anda sendiri. Sementara penilaian dan evaluasi hasil pekerjaan anda tetap diserahkan pada atasan. Jika pekerjaan anda hasilnya melebihi ekspektasi atasan, tentu akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan darinya. Anda akan menyenangi pekerjaan jika sudah mendapatkan kepercayaan dari atasan, dan lebih bahagia ketika menjalaninya.


6. Respect and Recognition 

respect
Saling respek diantara rekan kerja

Lingkungan kerja yang sehat ditandai dengan adanya respect and recognition. Penghargaan tidak hanya dari atasan kepada bawahan, atau perusahaan kepada karyawannya, tetapi juga penghargaan terhadap sesama rekan kerja. Saling respek diantara sesama rekan kerja akan memelihara situasi jauh dari terjadinya konflik.


7. Ciptakan Hubungan Sosial yang Bermakna

teamwork
Team work

Manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial, tidak dapat hidup sendiri dan saling terhubung. Ini secara alamiah menjadikan manusia menikmati hubungan sosial yang memiliki makna. Tidak sekedar label "teman" atau "kolega", tetapi lebih ke hubungan "sahabat". Hubungan sosial yang bermakna ini menjadikan kita lebih bahagia melakukan rutinitas dalam pekerjaan.

Rekan kerja anda adalah orang yang selalu berinteraksi selama nyaris sepertiga dari waktu hidup anda, 8 jam dari 24 jam waktu anda dalam satu hari. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan hubungan baik dengan teman dan atasan anda.

Saking pentingnya ikatan di antara anggota tim ini, organisasi-organisasi besar rela membayar mahal untuk melakukan kegiatan outbond. Tujuannya untuk menciptakan tim yang mampu bekerja sama dengan lebih baik. Kekompakan, kedekatan, dan kepercayaan antar anggota di dalam tim akan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Demikian 7 tips agar bahagia di tempat kerja. Pada kenyataanya tidak ada tempat bekerja yang benar-benar sempurna, dimana semuanya berjalan sesuai dengan ekspektasi bersama. Selalu ada yang oportunis, selalu ada yang apatis. Selalu ada tukang tusuk dari belakang di setiap organisasi dimana pun. Yang bisa kita lakukan adalah menyebarkan energi positif, meminimalisr hal-hal negatif. Sehingga mengurangi terjadinya drama dan konflik seperti yang biasanya ditampilkan konyol di sinetron.

Thanks for reading & sharing Guidance and Tips

Previous
« Prev Post

0 comments:

Posting Komentar

Translate to Your Language