Kawan sesama pesepeda sempat berseloroh, "yang penting sepedanya, bukan sepedaannya!", candanya sambil cengar-cengir. Tentu ini bukan ungkapan sebenarnya, tetapi sekedar 'nyinyir' dan menggoda kawan kami yang baru saja upgrade sepedanya.
Para pesepeda biasanya menyebutkan sebaliknya, yang penting sepedaannya bukan sepedanya. Yup! betul sekali, tetapi tetap kita harus mencari sepeda yang cocok dengan kita. Kecocokan bukan hanya dari harga tetapi juga dengan badan kita. Sebenarnya jika membicarakan sepeda mana yang cocok, tentunya jawabannya sepeda apapun cocok tergantung dengan medan yang akan dilewati dan kenyamanan pengendaranya. Nah, berikut ini beberapa tips cerdas membeli sepeda,
1. Tanyakan kepada diri sendiri: "Untuk Kebutuhan Apa?"
Sebelum membeli sepeda. ada baiknya anda tentukan dulu membeli sepeda untuk kebutuhan apa. Jika sekedar untuk beli sayur di pasar tentu tidak usah beli yang mahal-mahal. Cukup beli sepeda biasa dengan wadah di bagian depannya, budgetnya pun di bawah 1 juta rupiah juga cukup.
2. Berapa Anggarannya?
Ya hobi apapun pasti butuh anggaran, termasuk sepeda ini. Kalau kita menuruti keinginan dan anggaran tersedia tak terbatas, mungkin seisi rumah akan penuh dengan sepeda. Setiap medan yang berbeda membutuhkan sepeda yang berbeda. Harganya pun mulai dari ratusan ribu sampai dengan puluhan juta rupiah. Tergantung dari kualitasnya, merknya dan tentu gengsinya.
3. Tipe Sepeda dan Gaya Bersepeda
Gaya bersepeda menentukan tipe sepeda yang anda beli. Pastikan anda membeli sepeda sesuai dengan kebutuhan anda. Beberapa penjual sepeda hanya asal jual, namun penjual terbaik pasti akan mengedukasi anda, menanyakan kebutuhan anda dan memberikan saran. Tipe-tipe sepeda sebagai berikut:
- Mountain Bikes, alias sepeda gunung (off-road). Berbagai macam sepeda gunung, mulai dari sepeda untuk sekedar wisata lintas alam (Cross Country) biasanya disebut dengan XC, sepeda untuk balapan single track, sampai dengan sepeda untuk menuruni medan teknikal.
- Road Bikes, atau sepeda untuk lintasan biasa (on-road). Ini juga berbagai macam, mulai dari sepeda untuk sekedar keperluan santai, bike to work, sprint race, perjalanan jauh/ touring/ endurance, sampai dengan gravel bike yang didesain untuk kecepatan dan daya tahan tidak hanya untuk melewati jalanan beraspal tetapi juga untuk jalur sedikit berkerikil, ataupun jalur hutan yang sederhana dan masih bisa dilewati oleh road bike.
- Urban Bikes yaitu sepeda untuk lingkungan perkotaan dan memiliki fleksibilitas tinggi. Variasinya cukup banyak, mulai dari sepeda biasa, sepeda hybrid, sepeda tandem serta sepeda lipat.
- BMX/ Dirt Jump yaitu mulai dari sepeda untuk pump track, atraksi lompat sana lompat sini, sampai dengan free style.
Untuk mendapatkan nama tokonya, anda bisa tanyakan ke teman penggemar sepeda, toko mana yang biasanya memberikan harga murah dan servis bagus. Jika penggemar sepeda tentu bisa menyarankan merk apa yang akan dibeli dan belinya dimana. Belilah di saat yang tepat, saat diskon.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penjual yang baik tentu akan menanyakan kebutuhan anda dan memberikan saran. Namun, ada baiknya anda cari tahu terlebih dahulu, bisa dengan bertanya kepada teman ataupun browsing internet. Jika sudah menemukan yang cocok coba cari ulasannya, bagus atau tidak, direkomendasikan atau tidak.
5. Hard Tail atau Full Suspension
Selanjutnya, tentukannya apakah mau sepeda Hard Tail (HT) tanpa suspensi belakang atau Full Suspension (Fulsus) dengan suspensi belakang. Sepeda HT lebih efisien saat dipakai melintasi medan, sementara Fulsus memiliki kontrol yang lebih baik dan lebih nyaman dipakai.
6. Komponen Sepeda
Komponen sepeda banyak sekali jenisnya dan juga merknya. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Membandingkannya akan menjadi perkara yang tidak mudah. Yang jelas komponen apapun yang anda pilih harus cocok. Satu komponen bagus tetapi komponen lainnya tidak, bisa jadi komponen yang bagus tersebut tidak dapat dipakai maksimal.
Jika anda newbie cara termudah membandingkannya adalah dengan bertanya kepada ahlinya. Cukup banyak bicycle enthusiast yang mau memberikan sarannya dengan senang hari. Cari di forum-forum sepeda di dunia maya. Atau jika mau mencoba membandingkan, coba pilih dua sepeda yang anda mau, lalu bandingkan mulai dari frame, RD (rear derailleur, FD (Front Derailleur), fork, rem, ban, rim, hub, dan sebagainya.
7. Ukuran Frame
Ukuran (size) frame harus anda perhatikan, cocokan dengan postur badan anda. Jika komponen lain bisa diotak-atik pengaturannya berdasarkan kenyamanan anda, namun pengaruh ukuran frame itu mutlak terhadap badan anda. Anda tidak bisa memanjangkannya, memendekannya ataupun melakukan modifikasi major terhadap frame. Jika pun akan dilakukan modifikasi major tentu lebih baik membeli frame baru bukan?
Cari tahu ukuran frame yang tepat untuk badan anda, jangan sampai frame-nya kebesaran atau kekecilan.
8. Jangan Terburu-buru Membeli Sepeda
Kuncinya adalah jangan terburu-buru ketika akan membeli sepeda. Lebih baik anda coba sepeda teman sepergowesan, tanyakan spesifikasinya dan rasakan kenyamanannya saat anda gowes. Test ride sebanyak-banyaknya, agar anda tahu sepeda apa yang anda butuhkan dan bisa anda kendarai secara optimal. Dengan test ride pun anda bisa merasakan perbedaan memakai berbagai ukuran frame.
Anda juga bisa melihat review/ ulasan sepeda tertentu. Namun anda harus jeli, cari ulasan dari pihak yang independen, yang memang benar-benar membelinya sendiri dan mencobanya sendiri. Jangan tertipu iklan/ advertorial yang berupa ulasan. Junas 00:11 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Bersepeda saat hujan bisa tetap menyenangkan |
1. Bawa Jas Hujan
Satu hal yang pasti adalah hujan tidak dapat diprediksikan kedatangannya, bahkan BMKG juga bisa salah meramalkan cuaca. Maka tidak ada salahnya anda selalu membawa jas hujan, terutama untuk anda yang berangkat kerja menggunakan sepeda (bike to work), atau tour bersepeda jarak jauh. Kehujanan biasanya menjadi penyebab utama pilek/ flu/ demam. Bawa jas hujan yang ringan dan layak, maksudnya ringan untuk dibawa-bawa di sepeda dan layak menutupi badan saat hujan menerjang.
Jas hujan plastik tipis yang banyak dijual di mini market itu tidak dianjurkan karena itu tidak layak pakai, apalagi untuk anda yang menggunakan sepeda, plastiknya akan menghalangi kayuhan kaki anda pada pedal. Lebih baik membeli jas hujan khusus untuk pesepeda, yang ada penutup kepalanya, ringan bobotnya serta tahan air.
2. Konsumsi Vitamin dan Istirahat yang Cukup
Jaga kondisi tubuh anda dengan meminum multivitamin. Apalagi jika badan anda sudah mulai terasa tidak enak setelah gowes saat hujan. Makan yang bergizi dan istirahat yang cukup agar tubuh menjadi lebih segar keesokan harinya, dan anda bisa gowes lagi.
3. Bawa Kantong Plastik
Kantong plastik ini untuk melindungi barang bawaan anda, bukan untuk melindungi kepala seperti kebanyak orang di pasar tradisional memakainya. Tas anti air anda tidak dapat sepenuhnya menahan hujan, walaupun dengan rain cover. Smartphone, tablet, laptop, netbook, dokumen-dokumen penting, buku dan sebagainya lebih baik anda masukan ke kantung plastik terlebih dahulu sebelum dimasukan ke tas.
4. Waspada dan Hati-hati di Perjalanan
Ada dua hal yang perlu diperhatikan, pertama waspada dengan tindak-tanduk anda, dan kedua waspada terhadap lingkungan sekitar anda. Waspadai hal-hal berikut ini:
- Jalanan yang basah akan membuat jalanan lebih licin, dan mengurangi grip ban sepeda, resiko tergelincir lebih besar.
- Jaga kecepatan dan keseimbangan saat bersepeda karena angin yang cukup kencang.
- Hindari genangan air, karena biasanya ada lubang yang tersembunyi di bawahnya. Bisa jadi itu lubang bekas galian kabel, atau lubang aspal yang rusak.
- Jangan melakukan gerakan tiba-tiba, mendadak belok yang dapat menyebabkan anda terjatuh atau tertabrak pengendara sepeda motor/ mobil.
- Jangan mengerem tiba-tiba, resiko jatuh lebih besar karena jalanan licin. Lebih baik rem perlahan agar ban tidak selip.
- Ambil jalur yang dapat dilihat.
- Waspadai kendaraan bermotor yang melaju di sekitar anda, gunakan lampu sepeda kedip-kedip yang dapat anda pasang di bagian belakang sepeda.
- Gunakan jas hujan yang warnanya mencolok agar dapat terlihat dengan mudah oleh pengendara lain.
5. Berjalan Bersama dan Beriringan
Bersepeda saat hujan lebih baik bersama-sama dengan pesepeda lain. Jalan beriringan akan lebih baik, tempatkan seseorang yang hapal kondisi jalan sebagai 'marshal' di depan. Ikuti setiap petunjuk marshal dan kenali kondisi jalan yang sudah anda lalui.
6. Bersihkan Sepeda Setelah Hujan-hujanan
Kotoran yang menempel bersamaan dengan air hujan lebih baik langsung dibersihkan. Kombinasi air hujan dan kotoran akan membuat sepeda anda karatan. Lebih baik, sepeda langsung dicuci menggunakan sabun cuci khusus kendaraan atau sekedar disiram agar kotoran tidak melekat pada komponen sepeda. Lap kering untuk membersihkan sisa air pada sepeda, khususnya pada bagian yang tidak terlindungi cat, seperti rantai dan sprocket.
Junas
01:00
New Google SEO
Bandung, Indonesia![]() |
Bersepeda |
Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan air (misalnya minum). Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh. (Wikipedia)
Dehidrasi saat bersepeda dapat berakibat fatal, karena kekurangan cairan tersebut akan memicu jantung untuk bekerja lebih keras. Tubuh anda mulai dehidrasi ketika anda mulai merasa haus dan lelah. Ciri lainnya adalah penurunan performa, kejang otot, kram, pingsan, atau heat stroke. Kabarnya jika anda kehilangan cairan tubuh sebanyak 2% (dibandingkan dengan berat badan) akan mengurangi performa anda sebanyak 90%. Dehidrasi yang sangat ekstrim bahkan dapat menyebabkan kematian.
Berikut ini beberapa tips untuk menghindari dehidrasi saat bersepeda:
1. Minum Air Putih Setiap ada Kesempatan
Cara sederhana untuk menghindari dehidrasi adalah dengan meminum air putih. Biasakan untuk meminum air putih terlebih dahulu sesaat sebelum anda mengayuh pedal. Tidak perlu banyak, apalagi sampai bikin kembung. Mengayuh sepeda dengan kondisi perut penuh air juga tidak akan nyaman. Saat bersepeda juga anda dianjurkan untuk minum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang karena berkeringat.
Setelah bersepeda minum air secara perlahan sambil mengatur pernapasan, dan jangan terburu-buru, karena jika anda meminum air langsung banyak malah meningkatkan pengeluaran urin, dan justru akan menghambat proses rehidrasi. Anda dianjurkan untuk minum air melebihi porsi cairan tubuh yang hilang, khususnya saat mengalami dehidrasi, karena sebagian cairan yang anda minum tetap akan berkurang sebagai urin.
2. Makan Makanan yang Mengandung Potassium dan Hindari Alkohol serta Kafein
Pernahkah anda perhatikan setiap warung makan khusus goweser menyediakan pisang segar? Pisang ini baik untuk hidrasi tubuh. Buah pisang merupakan buah sumber potasium, karbohidrat, mineral, Vitamin C dan B6, kalium, magnesium dan mangan. Potassium merupakan mineral yang berperan besar untuk hidrasi tubuh yang melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif dan menjaganya dari penebalan.
Sumber potassium selain pisang ada juga ubi, tomat, kacang panjang, yoghurt, kerang, wortel, ikan, kacang kedelai, labu air, susu, dan jeruk. Dari semua itu sebenarnya ubi merupakan makanan dengan potassium tertinggi, karbohidrat, beta-karoten, dan kaya serat. Namun bagi sebagian orang, ubi menghasilkan gas buang lebih banyak daripada sumber makanan lainnya (kentut).
Jus tomat juga baik, satu gelas besar dapat mengandung 400mg potassium, sama seperti 1 buah pisang ukuran sedang. Kacang panjang juga baik sebagai sumber potassium, namun untuk beberapa orang dengan penyakit asam urat, harus membatasi konsumsi kacang panjang. Sebanyak 220 gram yoghurt biasa (bukan yang rendah lemak) mengandung sekitar 500mg potassium, setara dengan jus wortel satu gelas sedang atau kacang kedelai setengah mangkuk. Ada juga ikan tuna yang dapat dijadikan alternatif sumber potassium, susu, dan jus jeruk.
Hindari Minuman beralkohol dan berkafein, Alkohol dan kafein merupakan dua minuman yang dapat menyebabkan tubuh kesulitan mempertahankan kadar cairan, dan membuat badan cepat lelah. Oleh karena itu, jangan meminumnya saat anda terkena dehidrasi. Tubuh biasanya berusaha mengeluarkan kedua macam zat tersebut melalui urin, anda akan lebih sering buang air kecil setelah minum alkohol atau kopi.
3. Ganti Cairan Tubuh yang Hilang dengan Minuman Isotonik
Air memang bagus untuk menghindari dan mengatasi dehidrasi, namun proses menyerapan air oleh tubuh terkadang lebih lama dari proses hilangnya cairan tubuh. Misalnya saat bersepeda di siang hari, cairan tubuh keluar tidak hanya sebagai keringat, tetapi juga terpakai untuk mempertahankan suhu tubuh normal. Alternatif lainnya adalah meminum minuman energi/ isotonik, yang biasanya diklaim sebagai minuman pengganti cairan tubuh karena komposisinya yang mirip cairan tubuh.
Minuman berenergi mengandung lebih banyak elektrolit dari air putih biasa, dan dapat membantu tubuh untuk mencapai keseimbangan cairan tubuh lebih cepat. Namun konsumsi minuman ini sangat tidak dianjurkan dalam jangka waktu yang panjang, apalagi jika diminum setiap hari. Sesekali sih baik, tapi jika diminum setiap saat efeknya tak akan baik untuk tubuh anda.
Minuman energi/ isotonik alami yang sehat adalah air kelapa muda. Di dalam 240 gram air kelapa muda mengandung sekitar 46 kalori, 6 gram gula, 2 gram protein, 252 mg sodium, 9 gr karbohidrat, 3 gram serat, dan potasium sebanyak 600 mg sehingga membuat air kelapa muda bisa diandalkan sebagai salah satu minuman elektrolit yang alami.
4. Beristirahat yang Cukup di Sela Waktu Bersepeda
Ada baiknya anda beristirahat di sela waktu bersepeda. Berhenti sejenak untuk meminum air atau sedikit relaksasi otot-otot yang menegang saat bersepeda. Ketahui batasan tubuh anda, beristirahat yang cukup dan jangan memaksakan diri ketika bersepeda. Apabila kepala sudah mulai terasa pusing, mulut kering, atau badan tidak enak, karena bisa jadi itu pertanda awal dehidrasi ringan.
Demikian tips untuk menghindari dehidrasi saat bersepeda.
Semoga bermanfaat! Junas 00:16 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Bersepeda jarak jauh alias touring |
Bersepeda jarak jauh, khususnya untuk tujuan wisata, biasanya dilakukan para goweser bersama-sama, ada juga yang sendiri namun itu sangat beresiko. Area destinasinya pun bermacam-macam, terkadang dataran tinggi, terkadang danau atau air terjun, yang penting bareng-bareng dan menyenangkan. Bersepeda touring akan memunculkan tantangan dan pengalaman baru dan berbeda, apalagi jika dikombinasikan dengan camping, rasanya pun akan sangat berbeda.
Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan bersepeda jarak jauh:
1. Persiapan Stamina dan Tenaga
Pastikan anda beristirahat yang cukup sebelum bersepeda jarak jauh, karena akan menguras banyak tenaga. Apabila anda terlalu lelah karena bekerja, sebaiknya pulihkan badan terlebih dahulu sebelum bersepeda jarak jauh. Makanan berprotein serta buah-buahan yang mengandung mineral dan vitamin C akan membantu tubuh anda cepat pulih.
Rajin-rajinlah latihan untuk meningkatkan stamina anda. Minimal 30 menit sehari bersepeda di luar, atau tempuh jarak sekitar 2-3 KM secara rutin setiap harinya. Anda juga dapat melakukan latihan interval baik itu menggunakan sepeda statis ataupun sepeda biasa. Latihan ini ditujukan untuk melatih pernapasan dan otot-otot agar terbiasa dan tidak kaget saat bersepeda jarak jauh. Serta meminimalisir resiko terkena keram otot.
Satu malam sebelum anda bersepeda jarak jauh, sebaiknya anda memakan makanan bergizi dan berserat, 4 sehat 5 sempurna akan lebih baik, dan perbanyak minum air putih.
2. Persiapan Sepeda
Pastikan sepeda anda dalam kondisi prima, rem berfungsi dengan baik, ban masih layak dipakai untuk perjalanan jauh, part-part yang bergerak juga diberikan pelumas. Ketahui medan yang akan anda lalui. apakah aspal, tanah, makadam, ataupun berpasir. Kondisi cuaca juga harus diperhatikan, jika anda pergi ketika musim hujan tentu harus ada penyesuaian pada sepeda anda, misalnya mengganti ban yang lebih cocok dengan tanah basah atau berlumpur. Atau misalnya lintasa yang anda akan lalui dominan menanjak maka anda dapat mengatur gir agar lebih enteng saat dikayuh.
Beberapa pesepeda jarak jauh, melengkapi sepedanya dengan pannier, agar bawaannya dapat lebih banyak. Tas pannier ini dilekatkan di sepeda bagian belakang, ada juga yang memasangnya di bagian depan agar bawaan bisa lebih banyak.
3. Persiapan Perbekalan
Berikut ini perbekalan yang bisa dibawa saat bersepeda jarak jauh. Pertimbangkan jumlahnya dengan seberapa jauh anda bersepeda, dan berapa hari akan bersepeda.
Peralatan dan Perlengkapan
- Pakaian ganti, sesuaikan berapa potong pakaian ganti yang akan anda bawa. Jika hanya satu hari gowesnya maka tidak perlu banyak-banyak. Pastikan juga anda membawa pakaian khusus untuk tidur saja, anda tidak mau kan menggunakan pakaian sisa keringat untuk tidur?
- Pakaian pelindung, maksudnya ini untuk melindungi anda dari jatuh terbentur atau melindungi dari udara dingin/ panas. Pelindung lutut dan sikut bisa anda bawa, namun jika sepertinya hanya akan menjadi beban lebih baik tidak dipakai/ dibawa. Jika anda akan bersepeda ke daerah dingin tentunya harus membawa jaket, usahakan jaketnya ringan namun tetap dapat melindungi anda dari udara dingin.
- Peralatan mandi, ini cukup penting. Anda bisa kompromi dengan teman goweser, siapa yang membawa pasta gigi, shampo atau sabun mandi, agar bisa berbagi dan meminimalisir bawaan yang berlebihan. Cukup peralatan mandi pribadi yang anda persiapkan untuk diri sendiri, seperti handuk dan sikat gigi.
- Peralatan ibadah, untuk lagi-laki muslim cukup sarung dan sajadah yang ringan. Saat ini malah banyak yang menjual sajadah berkompas yang terbuat dari bahan yang sangat ringan. Tetap gowes fun namun tidak melupakan ibadah.
- Peralatan camping, jika anda berniat untuk camping, maka anda juga harus membawa peralatan camping. Namun ini biasanya ada yang mengkoordinasikannya untuk sewa tenda, sleeping bag, matrass dan sebagainya. Peralatan untuk menyeduh kopi dan lainnya dapat anda bawa sesuai selera, namun tetap pertimbangkan beratnya, karena akan tetap anda bawa selama gowes.
- Peralatan dan perlengkapan untuk sepeda. Enaknya bersepeda jarak jauh dengan sesama goweser adalah pasti ada yang membawa peralatan khusus sepeda. Jika tidak ada pun biasanya dikoordinasikan siapa saja yang membawa peralatan, misalnya pompa sepeda, tang, obeng, kunci L, dan sebagainya. Khusus ban cadangan sebaiknya anda membawa persiapan sendiri.
- Saat bersepeda jarak jauh sebaiknya anda memakai jersey sepeda yang ringan, menyerap keringat, serta helm yang baik, sarung tangan, sepatu khusus bersepeda yang ringan, jika perlu pakai manset untuk menghindari kulit terbakar sinar matahari. Celana ketat khusus atau celana berpadding juga oke, sesuai selera dan kenyamanan anda bersepeda.
Makanan
- Bawa makanan secukupnya, agar tidak berlebih saat anda pulang nanti.
- Membawa makanan yang manis untuk sumber tenaga saat gowes. Anda dapat memakan 'kudapan' manis ini saat beristirahat sejenak di tengah perjalanan.
- Air putih, ini penting sekali untuk menggantikan air dalam tubuh anda. Membawa ransel sepeda dengan water bladder akan sangat membantu anda tetap menjaga agar tubuh anda tidak dehidrasi saat bersepeda.
- Saat anda sampai di destinasi tertentu, sebaiknya meminum air kelapa segar. Air kelapa ini sangat bermanfaat untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah bersepeda. Air kelapa mengandung karbohidrat, protein, mineral (K, Na, Ca, Mg, Fe, Cu, P, S) dan vitamin (vitamin C & vitamin B kompleks). Jika dibandingkan dengan minuman isotonik pabrikan, air kelapa ebih terjamin karena tidak mengandung bahan pengawet, pemanis dan bahan kimia berbahaya lainnya.
- Mie instan, makanan yang 'lumayan' untuk menahan lapar.
4. Efisiensi Tenaga Saat Bersepeda Jarak Jauh
Saat bersepeda Pengaturan posisi gir sepeda juga penting, usahakan posisi gir sesuai dengan kekuatan gowes anda. Apabila kayuhan dirasa terlalu berat dan anda merasa lelah langsung atur gir ke posisi yang lebih ringan. Salah satu hal yang penting saat bersepeda jarak jauh adalah mengatur ritme kayuhan, agar tenaga yang dikeluarkan efisien dan tenaga anda tidak terkuras sia-sia.
Persiapan sepeda harus benar-benar matang. Pengaturan RD dan FD, pengaturan ketinggian seatpost dan sadel, pengaturan shock depan, handle bar, rem dan aksesoris lainnya yang tidak terlalu lebay. Jika anda memakai rem tertentu, ada kalanya harus diatur ulang, apalagi jika sepeda tidak dipakai dalam jangka waktu lama. Jangan sampai tenaga kayuhan anda sia-sia karena rem sepeda yang menghambat perputaran roda.
Demikian tips bersepeda jarak jauh, pada intinya adalah bagaimana agar saat anda bersepeda terasa nyaman sehingga tenaga yang dikeluarkan benar-benar efektif membuat roda bergerak. Perkirakan dengan baik barang-barang yang dibawa agar tidak berlebihan. Junas 17:13 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Tips Mengurangi Berat Badan dengan Bersepeda |
Alkisah, di sebuah negeri antah berantah hidup satu pasangan unyu. Mereka hidup rukun, ketika tiba-tiba sang istri bercermin dan kemudian terjadi dialog seperti ini;
Istri : "Pah, aku gemukan ya..?"
Sambil lenggak-lenggok di depan cermin, hadap kanan kiri tanpa mempedulikan lawan bicara. Sang suami diam sejenak dan perasaannya mulai tidak enak, lalu menjawab dengan taktik.
Suami : "Ngga kok, masih langsing singset seksi seperti dulu.."
Istri : "Lah jawabnya masa pake "kok" siiiih, pasti aku gendutan ya?" Nada bicaranya sudah tinggi.
Suami : "Beneran maah.. masih langsing singseeet.."
Istri : "Ah kamu bohong! Pasti aku gendutan yah!? Aku benci tau kalo dibohongin!" Nada bicara sudah setinggi langit.
Suami : "Iya deh gendutan dikit, dikiiiit banget..."
Istri : "Tuh kan! Kamu ko tega banget sih bilang aku gendut! Ini gara-gara kamu sih, ngasih makan aku sampai 5x sehari, pagi nasi uduk lanjut baso mas gundut, siang makan ayam serundeng sama capcay, sore pempek palembang, malem iga bakar mas edi jangkung!"
Suami : "Lah kok begitu...tapi...tapi...tapi... yang ngunyah kan kamu, yang masukin makanan ke mulut kan kamu, yang manggil tukang baso kan kamu"
Istri : "Iya lah semua salah aku, gendut salah aku, kurus salah aku, tembem salah aku, cantik salah aku, kamu semua yang bener! .........Itu sepeda dijual aja!"
Suami : "..." terdiam sambil bertanya-tanya dalam hati kenapa ko nyambungnya ke urusan sepeda.
Istri : "..." muka sudah mulai dilipat, yang artinya mood semakin buruk.
Suami terdiam lama kemudian teringat ide bagus dan pernah sukses menghalau perang dunia ke tiga, "Supaya mood membaik, udah masuk jam makan malam nih, kita makan ikan bakar saus kecap yuk.. :D"
Istri : "..."
Istri : "..."
Istri : "..."
Istri : "...yuk..."
Suami tersenyum lebar, "yesss!"
Perang dunia ke tiga pun berhasil dicegah.
Saat makan malam sang suami memberikan beberapa tips mengurangi berat badan dengan bersepeda, berikut seperti ini tipsnya.
1. Sarapan Terlebih Dahulu Sebelum Bersepeda
Bersepeda memerlukan energi maka sebaiknya sarapan terlebih dahulu sebelum bersepeda. Sarapan dengan makanan yang sehat dan porsi secukupnya tidak sampai kenyang. Sarapan juga bertujuan untuk menghindari makan yang berlebihan ketika sesudah bersepeda, karena biasanya nafsu makan meningkat setelah bersepeda.
2. Hindari Keinginan Makan Berlebih dengan Membatasinya
Kunci dari diet untuk mengurangi berat badan adalah bukan dengan tidak memakan makanan favorit namun dengan membatasinya. Anda tetap makan namun dengan porsi yang lebih sedikit dan teratur. Justru yang menjadi permasalahan berat badan itu adalah porsi makannya. Menahan lebih lama untuk tidak memakan makanan favorit malah akan memunculkan ledakan keinginan untuk makan, yang akhirnya porsinya menjadi berlipat-lipat.
3. Jangan Mengonsumsi Obat Diet
Tinggalkan dulu obat diet, apapun itu bentuknya. Mengurangi berat badan dengan bersepeda artinya mengurangi berat badan dengan cara sehat. Obat diet biasanya akan menurunkan performa tubuh, karena caranya membersihkan tubuh tidak pilih-pilih. Yang dibersihkan tidak hanya racun tetapi juga hal-hal baik dalam tubuh juga ikut terbuang.
4. Tetap Makan dan Minum Saat Bersepeda
Saat anda beristirahat ketika bersepeda jarak jauh, sebaiknya tetap makan dan minum, jangan menjauhinya. Tidak banyak tetapi secukupnya, agar anda tetap punya energi untuk melanjutkan bersepeda. Tubuh anda tidak seperti baterai handphone, isi ulang habis isi ulang, namun jauh lebih unik. Lemak tidak dapat dibakar dengan menguras habis stamina saat bersepeda, namun tubuh harus memprosesnya agar dapat menjadi kalori yang dibakar saat bersepeda. Sayur-sayuran dapat menjadi pilihan makanan yang aman, juga sumber protein seperti daging ayam dan ikan. jangan terlalu banyak konsumsi nasi.
Minum saat bersepeda juga tidak kalah penting, kondisi tubuh harus tetap dijaga agar tidak dehidrasi dan tidak pingsan saat bersepeda. Oleh karena itu, biasanya pesepeda melengkapi dirinya dengan tas berisi water bladder.
5. Kenakan Pakaian yang Sesuai
Pakaian yang sesuai adalah yang nyaman dipakai, tidak menghambat aliran darah, menyerap keringat, dan tidak membuat gerah. Beberapa orang berpandangan bahwa untuk menurunkan berat badan harus menguras keringat, lalu mereka menggunakan pakaian yang tebal agar tubuh lebih cepat panas dan keluar keringat lebih banyak. Padahal pembakaran kalori bukan ditandai dengan keringat yang bercucuran. Jika anda membuat tubuh berkeringat dengan cara seperti itu, maka bukan turun berat badan yang anda dapat tetapi tubuh akan dehidrasi.
Kondisi tubuh dehidrasi tidak bagus untuk proses penurunan berat badan. Jika dehidrasi kemungkinan akan terasa pusing atau pingsan, dan membuat repot tim sepeda anda. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan pakaian yang tidak membuat gerah berlebihan dan tetap menjaga agar tubuh anda tidak dehidrasi selama bersepeda.
6. Gunakan Teknik yang Tepat Saat Bersepeda
Pada artikel sebelumnya mengenai tips-tips bersepeda sudah dibahas mengenai teknik bersepeda yang baik. Misalnya adalah bersepeda dengan mempercepat kayuhan saat menanjak, teknik seperti ini membantu tubuh untuk menyerap oksigen lebih banyak, dan melancarkan proses pembakaran kalori. Anda juga dapat mempercepat kayuhan walaupun kondisi jalan rata dan atur pernapasan anda.
Bersepeda dengan teknik yang tepat, selain dapat membakar kalori dengan baik juga tetap menjaga keamanan dan keselamatan saat bersepeda.
7. Interval Training dengan Menggunakan Sepeda
Interval training adalah serangkaian latihan fisik yang diulang-ulang. Anda bisa googling atau akses yutub mengenai video interval training. Jika belum terbiasa, pilih interval training dengan waktu yang paling singkat. Latihan interval ini dapat sedikit dimasukan ke dalam rutinitas gowes, apalagi jika anda gowes setiap hari setiap pagi. Dikutip dari www.bicycling.com, berikut ini latihannya, pilih salah satu latihan interval berikut dan bisa anda tambahkan saat gowes tidak lebih dari 2 kali seminggu. Pemanasan dengan mengayuh ringan selama minimal 15 menit dan pendinginan selama anda butuhkan.
(1) Flying 40s to Enhance Muscular Endurance (40 detik untuk melatih ketahanan otot).
Tujuannya untuk membangun kekuatan dan melatih tubuh Anda agar dapat pulih dengan cepat. Gunakan kombinasi gigi sedang sampai besar (sproket paling kecil). 1 set latihannya dengan mengayuh pedal sekuat tenaga selama 40 detik, lalu kayuh dengan santai 20 detik. Ulangi 10 kali. Lakukan hingga empat set, istirahat lima menit antara set.
(2) 10-Speeds to Improve Pedaling Efficiency (10 detik untuk meningkatkan efisiensi mengayuh pedal).
Latihan ringan yang bertujuan untuk melatih efisiensi pedalling. Pilih kombinasi gigi yang bisa kita kayuh pada 90 - 110 RPM, lalu kayuh pedal dengan cadence 90-110 RPM sekuat tenaga selama 10 detik, kemudian kayuh dengan santai selama 20 detik. Ulangi selama 10 - 15 menit. Lalu istirahat selama 5 menit. Lakukan lagi 1 set lagi.
(3) Hill Charges to Climb Stronger (Latihan untuk menanjak lebih kuat).
Lakukan climbing dengan posisi berdiri secepat mungkin selama 30 detik, pada tanjakan dengan tingkat kecuraman sedang. Turun membali lagi ke bawah, kemudian ulangi lagi dengan posisi duduk. Lakukan bergantian antara posisi berdiri dan duduk enam kali. Istirahat 10 menit. Lakukan satu set lagi.
(4)Tabata Intervals to Build Power (Latihan interval untuk membangun kekuatan).
Latihan ini dikembangkan oleh orang Jepang bernama Izumi Tabata, yang ditujukan untuk melatih tubuh anda menggunakan lebih banyak otot. Kita dapat mempertahankan kekuatan sprint selama 60 menit dengan meningkatkan intensitas. Sprint sekeras mungkin selama 20 detik, lalu meluncur (coasting) selama 10 detik, ulangi sebanyak enam sampai delapan kali.
(5) Attack Intervals to Increase Your Threshold (Latihan interval untuk meningkatkan batas kemampuan kita)
Latihan ini akan meningkatkan ambang batas kemampuan kita. 1 set latihannya: kayuh pedal sekuat tenaga kita selama 2-3 menit, pulihkan tenaga dengan kayuhan santai selama 2 menit. Lakukan 3 set.
Interval training dapat dilakukan jika anda sudah terbiasa bersepeda, dan tujuannya lebih ke mempertahankan bentuk tubuh ideal dan meningkatkan stamina serta kekuatan. Jika masih belum terbiasa bersepeda anda dapat lakukan namun dengan tetap melihat batas kemampuan tubuh anda. Interval training ini dapat membakar kalori dengan efektif. Junas 08:04 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Bersepeda di Gunung |
Pernahkah anda jatuh jungkir balik saat bersepeda di jalur sepeda menurun? Sepeda terlempar dan anda mendarat di tanah, lebih tragis jika sepeda menimpa anda dan anda mendarat di permukaan bebatuan. Mengerem sepeda memang sederhana, cukup menekan tuas rem dan sepeda berhenti. Namun ini tidak bisa disepelekan jika anda doyan bersepeda gunung. Perlu cara yang aman agar tidak jatuh, dan sepeda tetap melaju. Berikut ini tips yang saya dapat dari rekan sesama goweser.
1. Pengaturan Tuas Rem
Atur tuas rem anda senyaman mungkin, jari-jari tangan harus dapat meraihnya dengan mudah, terutama saat posisi berkendara. Pengaturan tuas rem ini biasanya disarankan pada posisi 45 derajat ke bawah, namun itu tergantung posisi badan dan tangan anda. Jika seatpost anda atur lebih tinggi, kemungkinan tuas rem juga harus disesuaikan lebih miring ke bawah.
Tips untuk menekan tuas rem paling ideal menggunakan satu jari telunjuk, khususnya untuk rem hidrolik. Posisi tuas rem sebelum ditarik, berada diantara ruas jari telunjuk ke dua dan tiga (ujung). Indikasinya saat tuas ditekan, posisinya akan berada pada ruas jari telunjuk ke dua (tengah). Namun sebenarnya, pengaturannya tetap bergantung pada kenyamanan pengendara sepeda itu sendiri, karena walaupun tinggi badan sama, panjang dan kekuatan jari bisa berbeda. Untuk rem jenis lain dapat disesuaikan pengaturannya jika memerlukan lebih satu jari untuk menekannya.
2. Gunakan Kedua Rem untuk Mengurangi Kecepatan
Tips untuk mengerem di jalur menurun agar tidak jatuh atau tergelincir adalah dengan menggunakan rem depan dan belakang secara simultan, namun dengan tekanan yang berbeda, atau bergantian sesuai kebutuhan. Fokusnya adalah gunakan rem untuk mengurangi kecepatan bukan untuk berhenti di jalur menurun tersebut. Roda tetap berputar namun kecepatannya berkurang.
Ketika bersepeda menurun, beban secara keseluruhan akan condong ke depan. Roda depan akan mendapatkan beban kurang lebih 70% (tergantung dari kemiringan jalur menurun tersebut) dan sisanya beban ke roda belakang. Gunakan rem belakang dan rem depan secara bersamaan, untuk mengurangi kecepatan sepeda. Jangan sampai rem depan mengunci ban sampai berhenti, karena inilah yang dapat menyebabkan pengendara jatuh jungkir balik. Jangan sampai rem belakang mengunci juga, karena ini akan menyebabkan roda tergelincir dan mengganggu keseimbangan.
Pada saat di jalur sepeda menurun, rem depan berperan besar dalam mengurangi kecepatan sepeda, sementara rem belakang lebih berperan besar dalam menjaga agar sepeda tetap seimbang. Kombinasi kedua rem ini akan lebih efektif dalam mengurangi kecepatan sepeda dan tetap menjaga keseimbangan, juga meminimalisir resiko jatuh.
Cara ini juga berguna saat anda melintas di permukaan licin, seperti pasir, tanah merah basah dan jalanan berbatu halus. Selalu ingat, bahwa pengereman maksimum di medan yang licin tidak akan menghentikan sepeda secara langsung. Apalagi jika anda dalam kecepatan tinggi, pengereman maksimum akan membuat roda mengunci dan akan tergelincir dari lintasan.
3. Brake Timing
Pengendara sepeda lebih baik mengurangi kecepatan sebelum masuk ke lintasan yang menurun, daripada mengandalkan rem setelah masuk lintasan yang menurun tersebut. Jika pengendara haus akan adrenalin, 'hajar bleh kebut aja', pengendara sepeda tetap harus dapat mengendalikan kecepatan sebelum mencapai tikungan. Resiko tergelincir sangat besar jika anda mengerem saat di tikungan. Roda yang berputar artinya ban masih mencengkram jalan, jika roda berhenti sementara sepeda masih melaju, maka ban sudah tidak mencengkram jalan.
4. Posisi Badan
Posisi badan saat melewati jalur menurun adalah dengan membungkuk dan sedikit menarik badan ke belakang. Jika jalur sepeda menurun lebih tajam, maka sedikit berdiri dan badan membungkuk, badan lebih ditarik ke belakang dengan posisi tangan agak lurus, sehingga posisi badan anda sudah tidak berada di atas sadel lagi. Tujuannya adalah untuk memindahkan pusat berat badan anda ke arah ban belakang. Posisi badan seperti ini akan mengurangi resiko jatuh jungkir balik, menambah cengkraman ban belakang pada medan, dan menstabilkan ban depan.
Teknik mengerem ini dapat dilatih dengan banyak bersepeda. Membiasakan diri untuk mengatur tekanan pada tuas rem. Kenali medan lintasan, apakah banyak pasir, tanah, tanah liat, berbatu, banyak akar pohon, gap, dan sebagainya. Pelajari tekniknya, kenali kemampuan diri sendiri, dan kenali medan, agar tetap aman saat bersepeda gunung. Junas 16:45 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Bersepeda di Tanjakan |
Pagi ini saya memulai hari dengan sedikit bersepeda di area GWK, tidak lama, tidak jauh-jauh, tidak juga blusukan, trek yang saya pilih 80% aspal, dan jalurnya lebih banyak menanjak. Jadi teringat beberapa waktu lalu sempat bertanya kepada sang master gowes disini, tentang tips-tips gowes menanjak yang benar-benar bermanfaat.
TIPS 1 : Teknik Shifting yang Tepat
Shifter adalah perangkat yang berfungsi untuk memindahkan gigi transmisi, Shifter ini terletak di setang kemudi (handle bar) dan terhubung dengan FD (Front Deraileur) dan RD (Rear Deraileur), Posisi standar dari pabrik, shifter kanan terhubung dengan RD, dan shifter kiri terhubung dengan FD, kecuali jika anda memodifikasinya.
Shifting yang benar tentunya akan membuat anda nyaman saat gowes dan meningkatkan efisiensi tenaga. Untuk anda yang terlatih, memiliki energi banyak, otot kaki yang kuat tentu tidak akan jadi masalah, bahkan anda dapat memilih untuk menggunakan sepeda single speed untuk menghadapi tanjakan. Nah, bagi para newbie dengan tenaga terbatas, otot kaki yang belum terlatih, dan stamina pas-pasan, tentu teknik shifting ini akan sangat membantu.
Saat menanjak gunakan gir (chainring) paling kecil di depan dan paling besar di belakang. Kombinasi gir seperti ini akan memberikan konsekuensi sepeda berjalan pelan, namun tidak membutuhkan banyak tenaga ketika menghadapi tanjakan. Tips-nya adalah jangan berdiri diatas sadel namun percepat kayuhan pada pedal, bungkukan badan agak ke depan agar berat lebih terfokus ke bagian depan, dan jangan terlalu menarik handle bar seolah-olah anda mau jumping, cukup pertahankan keseimbangan sepeda.
Sesuaikan kombinasi gir depan dan belakang dengan tanjakan yang ada hadapi. Untuk tanjakan yang tidak terlalu miring sebaiknya tidak menggunakan gir depan paling kecil di depan dan gir paling besar di belakang. Anda bisa menggunakan gir yang kedua di depan, dan gir belakang disesuaikan. Usahakan agar tetap ada 'beban' untuk dikayuh, sehingga otot kaki juga terlatih dan agar anda tetap mendapatkan kecepatan.
Seiring semakin banyaknya jam bersepeda, maka anda akan menemukan sendiri kebiasaan dan kemampuan otot kaki anda. Semakin sering berlatih menghadapi tanjakan maka akan semakin terbiasa mengukur gir yang tepat untuk menghadapinya.
TIPS 2 : Posisi Pengendara Sepeda yang Tepat
Pada dasarnya untuk menghadapi tanjakan lebih baik duduk, atur gir ke paling ringan dan kayuh pedal lebih cepat daripada berdiri. Pada posisi duduk ini energi yang dipakai lebih sedikit ketimbang posisi berdiri. Namun ada kalanya anda membutuhkan posisi berdiri yaitu ketika menghadapi tanjakan yang benar-benar tinggi.
Tips ketika menghadapi tanjakan ekstrim adalah kombinasikan antara mengayuh cepat sambil duduk di sadel, atau berdiri untuk mendapatkan kayuhan dan tenaga yang lebih besar. Berdiri singkat saat menanjak dapat menaikan ritme kayuhan pada putaran crank. Apabila kombinasinya dilakukan dengan tepat maka dapat menjaga stamina tubuh, dan tetap santai saat gowes.
Kelebihan posisi duduk saat berkendara sepeda adalah beban tubuh bertumpu bukan pada kaki melainkan pada sepeda, sehingga anda bisa memfokuskan energi untuk kaki dan mengayuh lebih cepat, dapat mengatur ritme bersepeda dengan baik, dan lebih rileks. Sementara itu, kekurangannya adalah mengandalkan lebih banyak kekuatan kaki sehingga jika tidak terbiasa mungkin akan terasa sakit pada kaki bagian tertentu. Selain itu, selangkangan akan terasa sakit/ kesemutan apabila pilihan sadel tidak tepat atau tidak menggunakan celana ber-padding (busa).
Kelebihan posisi berdiri saat berkendara sepeda adalah menghasilkan tenaga kayuhan yang besar dan otot kaki bekerja secara menyeluruh. Jika anda memerlukan akselerasi maksimal maka anda dapat menggunakan posisi berdiri ini. Sementara itu, kekurangannya adalah menguras energi lebih banyak ketimbang posisi duduk karena kaki menanggung berat beban anda secara keseluruhan.
TIPS 3 : Sesuaikan Ketinggian Sadel
Ketinggian seatpost dan sadel menjadi tips yang beberapa kali diulang, karena sadel menjadi tumpuan utama badan saat kaki mengayuh pedal, maka ketinggian dan posisinya menentukan kenyamanan ketika bersepeda. Tips saat menanjak adalah atur ketinggian seatpost dan posisi sadel pada posisi maksimum kayuhan kaki, dengan catatan anda tetap merasa nyaman saat mengayuh pedalnya. Pengaturan ketinggian sadel ini untuk efisiensi tenaga pengendara dan agar energi yang dikeluarkan tidak terbuang percuma.
Pada dasarnya tinggi sadel dapat diatur dengan rumusan panjang inseam dikalikan dengan 109%, maka hasilnya adalah jarak antara bagian atas sadel ke poros pedal. Namun untuk kondisi menanjak anda dapat mengaturnya berdasarkan posisi maksimum kayuhan kaki, kemungkinannya akan lebih tinggi dari rumusan 109% tersebut.
Cara mengatur ketinggian seatpost dan sadel ini adalah pertama ukur panjang kaki anda dari telapak kaki hingga selangkangan, lalu ukur panjang crank arm (lengan crank), kemudian tambahkan hasilnya. Misalnya panjang kaki dari telapak kaki sampai selangkangan adalah 70 cm, dan panjang crank arm sepeda 21cm (diukur dari poros ke poros), maka jarak maksimum kayuhan kaki adalah 91 cm. Selanjutnya, sesuaikan ketinggian sadel dengan hasil perhitungan tadi, yaitu 91 cm yang diukur dari poros BB (bottom bracket) sampai ke sadel bagian atas. Jika penyesuaian ketinggian seatpost dan sadel ini dirasa tidak nyaman, anda dapat sedikit menguranginya. Fokusnya tetap pada kenyamanan anda bersepeda.
TIPS 4 : Sesuaikan Suspensi
Beberapa sepeda dilengkapi dengan suspensi depan yang dapat diatur, khususnya sepeda gunung. Ketika menghadapi tanjakan lebih baik atur suspensi anda pada posisi lock, agar suspensi sepeda terkunci dan tidak naik turun saat dikayuh. Jika tidak dikunci tenaga kayuhan anda akan dinetralkan oleh suspensi ini, apalagi saat anda mengayuh dengan posisi berdiri, tenaga anda akan terbuang percuma.
Pada trek pegunungan anda dapat menyesuaikan penguncian suspensi anda, khususnya pada trek berbatu. Jika anda membutuhkan efisiensi tenaga maka suspensi depan dapat dikunci, namun jika jalanan menanjak dan tidak rata karena batu, anda dapat menggunakan suspensi (lock off), namun tetap mengatur cara kayuh agar stamina tidak cepat habis.
Jika trek tanjakan benar-benar panjang, anda dapat mengakalinya dengan berjalan zigzag. Cara ini cukup efektif untuk memberikan waktu kepada tubuh terutama otot-otot kaki agar dapat beristirahat/ rileks sejenak. Namun, untuk cara ini anda tetap harus waspada dengan kondisi jalan, jika jalanannya kecil dan 2 arah maka akan sangat riskan jika berjalan zigzag.
Kurangi beban sepeda dengan mengurangi beban yang anda bawa. Semakin sedikit beban yang anda bawa maka akan semakin ringan ketika menghadapi jalanan menanjak. Jika dirasa tidak perlu membawa senter maka tidak perlu memasang senter di sepeda anda, atau tidak perlu membawa cadangan ban dalam jika tidak diperlukan.
TIPS 6 : Upgrade diri anda atau upgrade sepeda anda
Ini tips terakhir, upgrade stamina dan tenaga anda atau upgrade sepeda anda. Part yang bagus akan membantu anda dalam efisiensi tenaga yang dipakai. Upgrade sepeda dengan mengganti RD dan FD agar lebih nyaman ketika gowes, atau ganti ban agar lebih enak, atau ganti frame menjadi lebih ringan, atau menambahkan bar end berupa tanduk agar nyaman saat menanjak dan sebagainya.
Sepeda juga harus dirawat agar tetap pada kondisi terbaiknya, bersihkan dari lumpur/ tanah, beri pelumas pada pedal, gir, dan crankset. Banyak berlatih pada jalur menanjak karena manfaatnya cukup banyak terutama dapat meningkatkan stamina, meningkatkan ketahanan otot, dan meningkatkan kekuatan tungkai kaki.
Demikian tips untuk bersepeda di jalur menanjak, semoga bermanfaat! Junas 22:34 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Pedal Sepeda |
Pedal adalah perangkat vital pada sepeda yang berfungsi sebagai alat kayuh untuk menggerakan sepeda. Pedaling dalam hal ini bukan menyebutkan salah satu nama toko sepeda, namun merupakan sebuah teknik mengayuh sepeda. Efisiensi pedaling ini menentukan efisiensi bersepeda secara keseluruhan, maka dengan teknik pedaling yang tepat, kayuhan akan menempuh jarak lebih jauh dengan menggunakan tenaga yang lebih sedikit. Kayuhan pada pedal dapat disebut efisien jika energi yang dikeluarkan dapat disalurkan secara optimal untuk menggerakan rantai dan kemudian roda sepeda.
Lalu bagaimana cara mengayuh sepeda agar efisien, berikut ini beberapa tipsnya yang dikumpulkan dari saran para master sepeda dan beberapa sumber di internet.
Pengaturan Sadel yang Sesuai
Sadel menjadi tumpuan utama badan saat kaki mengayuh pedal, maka ketinggian dan posisinya menentukan kenyamanan ketika bersepeda. Pengaturannya bisa dilakukan dengan cara mengukur panjang inseam. Dari sekian banyak cara untuk mengatur ketinggian sadel, mengukur inseam adalah yang paling banyak dipakai. Inseam adalah jarak dari selangkangan ke lantai, yang diukur pada bagian dalam kaki.
Cara sederhana untuk mengukur inseam adalah dengan menjepit buku atau semacamnya di bawah selangkangan, seolah-olah anda sedang duduk di atas sadel. Renggangkan kaki kurang lebih selebar 15cm, lalu gunakan meteran ukur jarak dari buku ke lantai. Selanjutnya, angka hasil pengukuran tadi kalikan sebanyak 109%, atau kalikan 1.09. Misalnya jarak inseam anda 70cm, dikalikan 1.09 hasilnya 76.3cm. Maka jarak antara bagian atas sadel ke poros pedal adalah 76.3cm.
Sementara itu untuk posisi sadel pastikan lurus ke depan. Indikasi sadel yang tidak sesuai adalah sebagai berikut: jika jari anda terasa kebas saat bersepeda, jika anda kesulitan berdiri serta sulit menjangkau stang, jika lutut terasa sakit, maka kemungkinan sadel terlalu jauh jaraknya. Jika pundak terasa sakit atau linu saat turunan, ataupun ada perasaan sedikit tidak nyaman maka kemungkinan jarak sadel terlalu dekat.
Pengaturan sadel agar sesuai menjadi hal mutlak yang harus dilakukan agar kayuhan nyaman dan efisien. Sadel yang sesuai akan mengurangi ketegangan pada lutut, aliran darah tetap lancar, dan tidak sulit mengendalikan sepeda. Untuk cara mengatur sadel yang lebih lengkap akan dibahas pada artikel selanjutnya.
1. Penempatan Telapak Kaki yang Sesuai
Penempatan kaki juga berpengaruh pada efisiensi bersepeda. Beberapa orang menggunakan cleat agar kaki tetap pada posisi stasioner. Telapak kaki bagian depan ditempatkan di atas pedal sehingga mata kaki posisinya berada di atas poros pedal. Perhatikan gambar di bawah ini, posisi ujung bagian dalam kelingking nyaris sejajar dengan spindle. Posisi seperti ini untuk mempertahankan stabilitas saat bersepeda.
![]() |
Penempatan Telapak Kaki pada Pedal |
2. Fokus pada Kayuhan "Dowstroke" dan "upstroke"
Efisiensi pedaling dapat ditingkatkan dengan cara menjaga kaki tetap terhubung dengan pedal, mengandaikan gerakan kaki mengayuh sebagai gerakan siklus melingkar dan berkesinambungan. Selama bersepeda, pedal akan terus berputar pada porosnya dan kaki secara bergantian mengayuh dengan masing-masing peran yang berbeda, Saat satu kaki 'menekan' maka kaki yang lainnya 'ditarik naik'. Siklus tekan dan tarik ini disebut dengan dowstroke dan upstroke.
3. Posisi Tangan dan Jangkauan Lengan
Posisi handle bar dapat disesuaikan dengan kebutuhan, namun pada umumnya disejajarkan dengan sadel. Jika bahu dan punggung bagian bawah terasa sakit, maka posisi handle bar anda terlampau rendah. Posisi handle bar yang tepat akan membuat posisi sikut sedikit tertekuk dan nyaris sejajar dengan lengan depan. Anda juga harus memperhatikan jangkauan lengan. Posisi yang ideal akan mengurangi ketegangan pada punggung dan leher saat bersepeda.
4. Banyak Berlatih Pedaling dengan Fixie
Teknik pedaling ini dapat dilatih dengan baik menggunakan sepeda fixie, bukan dengan sepeda multi gear. Pada sepeda fixie pedal akan selalu ikut bergerak mengikuti gerakan sepeda, dan memaksa pengguna sepeda untuk selalu menempatkan kakinya pada pedal. Anda akan semakin terbiasa, kayuhan semakin kuat, dan keterampilan bersepeda meningkat. Junas 02:18 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Gowes gowes gowes |
1. Posisikan barang yang anda bawa dengan baik, jika tidak terlalu banyak bisa menggunakan tas gendong. Namun jika banyak, dapat menggunakan pannier dan disiasati agar posisi sepeda tetap seimbang. Sebaiknya jangan menggantungkan barang di handle bar, jika terlalu banyak akan sangat mengganggu pergerakan.
2. Jangan terlalu banyak membawa barang yang diletakan di tubuh. Misalnya, satu ransel satu tas selempang, satu lagi tas kecil, hal ini akan sangat mengganggu gerakan tubuh saat gowes, bereaksi terhadap medan gowes pun akan susah.
3. Atur posisi sadel dan handle bar dengan benar, agar gowesnya ringan dan tenaga yang dikeluarkan efisien. Tinggi posisi sadel sebaiknya disesuaikan dengan tinggi handle bar, dan jarak inseam. Buat nyaman namun tidak mengganggu reaksi anda terhadap medan, tidak terlalu 'nungging' tidak juga duduk seperti low rider.
4. Atur posisi shifter dan brake handle, sesuaikan dengan posisi duduk anda agar brake handle dapat dengan mudah diraih dan menghindari pegal di pergelangan tangan. Jangan lupa setting rem juga, jangan terlalu dalam sehingga susah rem ketika dibutuhkan, jangan juga terlalu dangkal, kampas rem bisa bergesekan dengan velg atau rotor menyebabkan sepeda berat saat digowes.
5. Bagi yang menggunakan QR (quick release) di baut as roda sepedanya, pastikan anda memasangnya dengan kencang agar roda tidak lepas saat dipakai. Baut as roda sepeda yang longgar ditandai dengan ban goyang ke kiri-kanan (oblak).
6. Gunakan pakaian yang nyaman, tidak menjuntai sana sini, agar tidak tersangkut di gear, rantai ataupun ban.
7. Pastikan tekanan ban cukup. Jika tekanan ban kurang, sepeda akan sangat berat digowes.
8. Tips terakhir, jangan ragu untuk mengganti part yang sudah aus atau rusak. Setiap part ada masa pakainya, terutama part yang bergerak. Selalu utamakan keselamatan.
Junas 00:11 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Sepeda sayur |
Bagi anda yang sibuk setiap saat, tidak sempat untuk bersepeda, sibuk dengan angka-angka di pekerjaan, sibuk dengan klien yang rewel, sibuk dengan anak dan istri/ suami yang sama-sama rewel, repot dengan pacar dan selingkuhan, tentu akan sulit untuk meluangkan waktu untuk bersepeda. Mau tidak mau sepeda anda tidak terpakai dalam jangka waktu lama. Tips berikut ini mungkin akan bermanfaat:
1. Bersihkan sepeda anda sedetail mungkin, jika perlu dibongkar, lepaskan semua aksesoris di handle bar, lepaskan roda depan dan belakang. Bersihkan dengan menggunakan air dan sabun sampai dengan ke celah-celah tempat kotoran menempel dan bersembunyi. Setelah anda yakin bersih seutuhnya, keringkan dengan cara dijemur dan diangin-anginkan. Pastikan tidak ada sisa-sisa air.
2. Lumasi dan berikan cairan anti karat, untuk bagian rantai, cassete, RD, FD, kabel rem, kabel shifter, Jangan biarkan bagian-bagian logam sepeda anda berkarat.
3. Semir ban sepeda anda, selain untuk membuat tampilan sepeda lebih keren, semir juga dapat mengurangi efek dari cuaca panas dna kering yang dapat membuat ban sepeda anda pecah-pecah (seperti retak).
4. Pompa ban sepeda anda dan sesuaikan tekanan bannya, agar ban dalam tidak terlipat, cek juga secara rutin. Dalam jangka waktu lama, anda akan mendapati ban sepeda anda kempes walau tidak ada kebocoran.
5. Pakaikan pelapis bodi/ wax sepeda terutama di bagian frame/ fork/ bagian-bagian yang dilapisi cat. Fungsi pelapis ini sama seperti pelapis body mobil, yaitu menjaga warnanya supaya tidak cepat pudar dan menjadikan sepeda anda mengkilau seperti baru.
6. Jika anda akan menyimpan sepeda dalam waktu lama, maka jangan menyimpannya dengan posisi vertikal, menggantungnya dengan mengaitkan roda depan. Cara menyimpan tersebut, dalam jangka waktu lama akan menyebabkan minyak di shock breaker bocor, tandanya muncul minyak dari seluruh batang stanchion. Jika sudah terjadi seperti ini maka anda terpaksa untuk mengganti atau servis fork sepeda lebih cepat. Posisi vertikal/ terbalik ini juga dapat menyebabkan kerusakan di rem hidrolik.
7. Jangan menyimpan barang-barang di sepeda anda, apakah itu baju bekas, baju dalam, kardus, sapu, dan sebagainya. Jangan ada barang/ sesuatu menempel di sepeda karena dapat merusak cat.
![]() |
standar segitiga sepeda |
Junas 15:36 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
cassete |
Masih teringat rasa penyesalannya dulu saat sepeda Polygon saya belum hilang, penyesalan membiarkan kotoran menempel di sepeda menjadikan muncul karat di beberapa bagian sepeda. Kala itu, setelah gowes jauh dan kotor-kotoran, tanah basah dibiarkan sampai kering, sisa-sisa rumput yang membelit di cassete dan RD dibiarkan begitu saja, dan voila! jadilah karat.
Berikut ini tips penting untuk merawat sepeda, agar awet, digowes ringan, dan tetap keren :D
1. Tips pertama dari mamang tukang cuci sepeda dan motor, sebaiknya jangan mencuci sepeda dengan air bertekanan tinggi, terutama di tertentu seperti HUB, BB, kabel rem dan shifter. Cukup disiram dan dilap.
2. Jika sudah selesai dicuci, akan lebih baik dilap pakai lap kering, dan diangin-anginkan/ dijemur sehingga air yang tersisa mudah menguap. Usaha ekstra akan dibutuhkan untuk sepeda yang bahannya besi agar menghindari karat.
3. Cek lubang yang berada di bawah BB, fungsinya adalah untuk pembuangan air, jangan biarkan lubang tersebut tersumbat kotoran.
4. Rajinlah melumasi bagian-bagian yang memang harus dilumasi, misalnya kabel-kabel shifter, rem, rantai, dan jangan dibiarkan terlalu kering. Jika dibiarkan kering akan cepat aus/ karatan, rantainya akan berisik dan berat saat digowes, lebih parah lagi akan mengikis gear sedikit demi sedikit.
5. Untuk sepeda lipat, cek secara berkala sambungan di rangka. Beri grease yang bagus dan secukupnya, dan tidak perlu grease yang tahan panas. Engsel sepeda lipat tidak akan sampai sepanas itu.
6. Jangan melumasi sepeda dengan penetran, lumasilah dengan lubricant. Lubricant fungsinya memang melumasi tapi tidak terserap ke celah-celah, berbeda dengan penetrant yang bisa masuk dan mengencerkan grease di bagian sepeda tertentu. Beberapa jenis penetrant bahkan hanya berfungsi meluruhkan karat. Sebelum anda membeli pelumas atau semacamnya, lebih baik dibaca dulu keterangan produknya.
7. Jangan juga melumasi sepeda dengan oli bekas. Namanya juga oli bekas, sudah pasti banyak mengandung kotoran kecil, residu gesekan antara logam. Kotoran-kotoran ini bisa membuat kabel seret, juga merusaknya.
8. Pastikan tekanan ban cukup saat akan digowes, karena jika tekanan ban kurang akan berat digowes, mudah kempes, ban dalam mudah terlipat. Jangan juga tekanannya terlalu tinggi, nanti meletus seperti balon hijau, Cek keterangan minimum dan maksimum ban.
9. Simpan sepeda di bagian rumah yang sering dilewati, supaya tetap dapat dimonitor walau sepintas (jangan disimpan di gudang). Lebih baik disimpan di rumah bagian dalam, apalagi sepeda mahal, menghindari sepeda anda digondol maling.
10. Tips yang terakhir, pakai sepedanya dan jangan dijadikan jemuran pakaian dalam, karena sepeda akan cepat rusak jika tidak dipakai. Jika sepeda akan disimpan dalam waktu lama, lebih baik ditutupi, dan ban tidak langsung menempel ke lantai, frame tidak dijadikan tempat penyimpanan barang, atau jual saja sepedanya :D
Sekian tips-tips untuk merawat sepeda, semoga bermanfaat! Junas 14:26 New Google SEO Bandung, Indonesia