Home » , » CARA Membaca Spesifikasi Baterai LiPo (Lithium Polymer) #Airsoftgun

CARA Membaca Spesifikasi Baterai LiPo (Lithium Polymer) #Airsoftgun

Battery
Battery
Baterai LiPo (Lithium Polymer), merupakan jenis baterai yang banyak dipakai untuk jenis hobi Radio Control (RC) dan airsoft gun (Ersop). LiPo bukanlah baterai tercanggih, namun memiliki banyak kelebihan daripada tipe baterai lainnya. Diantaranya adalah bobot yang lebih ringan, efek memory baterai yang sangat kecil, serta dapat dibentuk sesuai dengan keinginan.

Baterai LiPo memilik kepadatan energi yang lebih tinggi daripada baterai jenis lain. Dengan kata lain baterai ini mampu menampung energi lebih banyak dengan bobot yang lebih ringan. Misalnya kapasitas 1300 mAh baterai LiPo akan lebih ringan daripada baterai konvensional seperti alkaline ataupun baterai jenis Nickel Cadmium (NiCad) atau Nickel-Metal Hydrida (Nih).

LiPo menggunakan elektrolit polimer kering yang dibentuk setipis plastik film, kemudian disusun berlapis diantara anoda dan katoda. Metode penyusunan seperti ini menjadikan baterai lipo nyaris dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk dan ukuran. Bentuk yang banyak di pasaran adalah bentuk silinder konvensional dan kotak. Sementara itu, kekurangan baterai LiPo adalah charging dan discharging rate yang rendah.

Cara Membaca Keterangan Spesifikasi yang Ada Pada Baterai LiPo

Lithium Polymer
Baterai LiPo

Tegangan Sel baterai LiPo

Baterai LiPo kebanyakan dibuat dalam bentuk persegi panjang. Keterangan battery pack 2S, 3S, 6S dan seterusnya menunjukan seberapa banyak sel baterai yang dihubungkan. Bedakan dengan jenis baterai alkaline dengan tegangan 1.5 Volt, atau baterai NiMh/ NiCd dengan tegangan 1.2 Volt per cell. Satu sel baterai LiPo memiliki tegangan 3,7 V.

Jika beberapa buah sell baterai lipo digabungkan dalam rangkaian seri maka perhitungan voltasenya tinggal ditambahkan. Misalnya 2S artinya baterai tersebut memiliki 2 sel baterai LiPO dengan tegangan 3,7 x 2 yaitu 7,4 volt. Kapasitas baterai (ampere) akan ditambahkan jika sel didalamnya dihubungkan secara paralel.

Berikut ini label yang biasanya tertera di baterai lipo:

3.7 volt battery = 1 cell x 3.7 volts
2S : 7.4 volt battery = 2 cells x 3.7 volts
3S : 11.1 volt battery = 3 cells x 3.7 volts
4S : 14.8 volt battery = 4 cells x 3.7 volts
5S : 18.5 volt battery = 5 cells x 3.7 volts
6S : 22.2 volt battery = 6 cells x 3.7 volts
7S : 25.9 volt battery = 7 cells x 3.7 volts
8S : 29.6 volt battery = 8 cells x 3.7 volts
9S : 33.3 volt battery = 9 cells x 3.7 volts
10S : 37.0 volt battery = 10 cells x 3.7 volts

Terkadang ada battery pak yang dilabeli berbeda tidak hanya 2S, 3S, 10S. Ada juga yang dilabeli 2S3P, ini artinya rangkaian sel lipo didalamnya terdapat 2 sel yang dirangkai secara seri (2S), dan 3 dirangkai secara paralel (3P). Jika satu sel memiliki voltase 3,7 volt, maka battery pack tersebut memiliki 6 sel dengan tegangan 7,4 volt. Tegangan yang lebih tinggi berarti baterai memiliki lebih kekuatan yang lebih besar.

Tegangan Constant Tiap Cell : 3.7 Volt
Tegangan Maksimal Tiap Cell : 4.2 Volt
Untuk 3 Cell battery LiPo:
Tegangan Constant Total : 11.1 Volt
Tegangan Maksimal Total : 12.6 Volt

Tegangan konstan setiap sel baterai lipo sebesar 3.7 Volt, namun pada saat low batt ketika penggunaan sebaiknya jangan dipaksakan lagi. Ketika low batt, tegangan dapat drop ke 3 Volt, jika dipaksakan lebih rendah di bawah 3 Volt dapat merusak sel baterai itu sendiri. Kebanyakan user tidak sadar dengan hal ini karena tidak puas dengan waktu bermain yang pendek. Jika ingin lebih lama lebih baik menambah kapasitas baterai.

Begitu juga sebaliknya, ada batas tegangan sel baterai lipo yaitu maksimal 4.2 Volt. Apabila dipaksakan melebihi angka ini bisa menyebabkan baterai lipo cepat kembung, kebakaran atau bahkan meledak. Oleh karena itu, mengisi baterai lipo sebaiknya mengunakan balance charger, agar dapat membatasi tegangan.


Arus dan Kapasitas Baterai LiPo

Kapasitas pada baterai ditunjukan dalam satuan miliampere hours (mAh). Semakin besar jumlahnya maka kapasitas baterai tersebut semakin besar. Kedua ukuran ini (jam dan miliampere) biasanya digunakan untuk menggambarkan seberapa banyak energi yang dapat disimpan dan seberapa lama perangkat berjalan sebelum baterai perlu diisi ulang.

Misalnya untuk baterai dengan kapasitas 1100 mAh, memiliki kemampuan untuk mengalirkan arus sebesar 1100 mA (1,1 A) selama 1 jam, dengan kata lain energinya akan habis jika diberi beban 1100 mAh selama 1 jam. Namun apabila diberi beban sebesar 33 Ampere (33000 miliampere) maka energi dalam baterai tersebut akan habis terpakai selama 2 menit. Begitu juga sebaliknya jika arus yang dibutuhkan tidak sampa 1100 mA maka baterai akan bertahan lebih dari satu jam.

Dengan mengetahui spesifikasi ini anda dapat menjaganya agar baterai tidak dipaksa mengeluarkan arus yang lebih besar dari kapasitas maksimumnya. Jika tetap dipaksa mengeluarkan arus lebih besar dari kemampuannya, baterai akan menjadi cepat panas dan lebih cepat kembung.


Discharge Rate

Simbol discharge rate ditandai dengan huruf "C". Discharge rate adalah notasi yang menyatakan seberapa cepat energi sebuah baterai dapat dikosongkan (discharge). Misalnya sebuah baterai lipo dengan discharge rate 30C artinya discharge baterai dapat dilakukan sebesar 30 kali dari kapasitas baterai.

Kita ambil contoh sebagai berikut: sebuah baterai merk T***R LiPo Pack dengan kapasitas 1100 mAh 3S 30C. Ini berarti baterai ini memiliki 3 sel dengan discharge rate (maksimum) sebesar 33.000 miliampere (33 Ampere) per jam, atau 550mA per menit. Jika baterai tersebut dipakaikan beban maksimum (33 A) maka energi baterai 1100 mAh tersebut akan habis terpakai selama 2 menit.

Berikut ini perhitungannya:
30C : 30 x 1.100 mAh = 33.000 mAh
33.000 mAh dibagi 60 menit = 550 mA per menit
Kapasitas 1.100 mAh dibagi dengan 550 mA = 2 menit

Atau

Kapasitas 1.100 mAh dibagi 60 menit =  18,33 mA per menit
18.33 mA dikalikan discharge rating 30C = 550 mA per menit
Kemudian bagi 1.100 mAh dengan 550 mA = 2 menit

Maka spesifikasi lengkap T***R LiPo Pack 1100 mAh 3S 30C adalah sebagai berikut:
Kapasitas : 1100mah
Tegangan Constant Tiap Cell : 3.7 Volt
Tegangan Maksimal Tiap Cell : 4.2 Volt
Tegangan Constant Total : 11.1 Volt
Tegangan Maksimal Total : 12.6 Volt
C Point Discharge : 30C
Maksimum Discharge : 550 mA per menit
Normal Discharge for 1 hour play time : 18.33 mA per menit

Demikian cara membaca spesifikasi baterai LiPo. Simak artikel 9 tips menggunakan baterai lipo agar lebih awet.

Thanks for reading & sharing Guidance and Tips

Previous
« Prev Post

0 comments:

Posting Komentar

Translate to Your Language