![]() |
Self esteem, confidence, believe in yourself |
Apakah Anda mahasiswa semester akhir? Sudah siapkah Anda menghadapi transisi dari dunia indah bernama "kuliah" ke dunia kerja? Apakah Anda tahu apa yang akan dilakukan setelah lulus? Jika jawabannya belum, berarti Anda salah satu dari cukup banyak mahasiswa semester akhir yang tidak tahu apa yang akan dilakukan setelah lulus.
Menghadapi dunia kerja bisa jadi sangat mengerikan apalagi jika tidak memiliki persiapan. Ini yang terkadang menjadi alasan mahasiswa semester akhir tidak kunjung menyelesaikan skripsi/ tugas akhir. Dunia kerja dapat menjadi indah dapat juga menjadi buruk tergantung persiapan Anda.
Pilihan karir sebaiknya ditentukan sejak dini, jika mungkin sesuaikan dengan minat, dan buatlah target pada hidup. Untuk dapat mencapai karir yang Anda inginkan maka harus menyiapkan kualitas dan kompetensi diri sejak dini, sejak masih aktif kuliah/ sekolah, serta siapkan mental. Berikut ini beberapa tips jitu agar dapat bersaing di dunia kerja:
1. Kenalilah diri Anda sendiri
Mengenali diri sendiri bagi beberapa orang akan cukup sulit, alasannya cukup tanya pada diri sendiri. Kenapa harus kenal terhadap diri sendiri? Alasannya sederhana, agar Andasiap menghadapi dunia yang benar-benar berbeda dari dunia apapun dimana Anda berada sekarang. Dengan mengenali diri sendiri berarti Anda akan tahu kemampuan Anda secara fisik, kualifikasi dan kompetensi, soft skill dan sebagainya.
2. Raih nilai terbaik
IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tinggi memang tidak menjamin kesuksesan karir, tidak menjamin seberapa besar gaji yang akan Anda terima. Tetapi faktanya pada tahapan awal rekrutmen yaitu seleksi administratif, IPK yang akan dijadikan patokan. Ini karena memang perusahaan tidak dapat melihat kualitas dan kompetensi Anda secara langsung, jadi filter pertamanya adalah IPK. Bagaimana bisa mendapatkan karir bagus jika saat penyaringan awal pun Anda sudah tumbang?
Anda akan berada pada daftar awal saat proses rekrutmen, dan akan dilirik oleh perusahaan jika memiliki IPK tinggi. Perusahaan akan mengasumsikan Anda sebagai orang yang mau berkembang dan mau berkompetisi serta dapat memberikan kontribusi banyak bagi perusahaan. Oleh karena itu, berhentilah menjadi mahasiswa biasa, jadilah mahasiswa yang luar biasa! Mulai katrol IPK Anda dari sekarang.
3. Aktif di organisasi
Berorganisasi akan memberikan sedikitnya empat manfaat untuk Anda , yaitu : memberikan gambaran mengenai bagaimana caranya bekerja dalam sebuah tim, belajar memberikan kontribusi efektif terhadap tim, memperluas pergaulan dan koneksi, serta berlatih menghadapi berbagai macam orang.
Banyak perusahaan yang tidak hanya melihat kemampuan kognitif calon pegawainya, setelah disaring dari IPK maka akan dilihat kemampuan Anda yang lain berdasarkan kecocokan dengan posisi yang dilamar. Misalnya bagaimana peran Anda di dalam tim, kemampuan memimpin tim, kemampuan berkomunikasi dalam tim, cara Anda berinteraksi dengan orang lain, dan sebagainya.
Anda juga perlu berpartisipasi dalam acara di luar organisasi kemahasiswaan. Bahkan partisipasi di luar ini memberikan peluang lebih baik untuk memperluas pergaulan. Misalnya partisipasi dalam acara komunitas-komunitas tertentu sebagai sukarelawan. Ini akan menjadi nilai lebih untuk Anda, perusahaan akan melihat Anda sebagai orang yang memiliki passion, mau berkembang, mau berusaha, inovatif dan memiliki ide yang dapat dikembangkan.
Lagipula saat kuliah adalah waktu yang tepat untuk Anda aktif di luar kegiatan akademik. Kesempatan sekali seumur hidup untuk mendapatkan fase ini, karena kemungkinannya kecil mendapatkan fase ini setelah lulus, fokus berkarir, menikah dan sebagainya.
4. Perbanyak pengalaman kerja
Pengalaman kerja dapat Anda peroleh dengan beberapa cara yaitu magang, bekerja part-time, dan job training. Beberapa universitas/ sekolah tinggi juga bahkan mewajibkan mahasiswanya untuk magang terlebih dahulu di suatu perusahaan, istilahnya adalah PKL (Praktek Kerja Lapangan). Nikmatilah fase ini dan manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya.
PKL harus manfaatkan benar-benar untuk memperluas jaringan, menambah koneksi di dunia kerja, belajar memahami ritme hidup manusia karir, serta belajar memahami pekerjaan tertentu. Bahkan beberapa orang memilih untuk magang di beberapa perusahaan berbeda, ada yang sampai mengambil cuti kuliah untuk mendapatkan pengalaman kerja lebih banyak, ada juga yang benar-benar membuat perusahaan tertarik sehingga ketika lulus sudah dibooking untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Saat liburan semester yang cukup panjang, sebaiknya tidak dihabiskan untuk bersenang-senang saja. Lebih baik Anda bekerja part-time atau full-time, bukan lagi magang tetapi bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Manfaatkan waktu luang Anda ini untuk fokus pada bidang keahlian yang diminati. Pengalaman bekerja ini akan membuat Anda lebih dipertimbangkan ketimbang pelamar kerja lain kelak saat lulus nanti.
5. Banyak berkonsultasi
Saat kuliah sebaiknya perbanyak bertanya kepada alumni dan dosen. Mereka akan dengan senang hati menjadi konsultan Anda untuk urusan karir. Mereka juga memiliki banyak koneksi dengan para mahasiswa yang sudah lulus dan sukses. Ini berarti akan membuka peluang yang lebih besar untuk Anda mendapatkan koneksi dan karir yang bagus.
6. Benahi media sosial Anda
Di era digital ini sudah mulai banyak perusahaan yang melihat media sosial calon pegawai mereka, salah satunya adalah facebook review. Oleh karena itu, mulai benahi media sosial Anda dari sekarang, hapus foto-foto alay, video-video alay, atau status update yang tidak baik. Ini akan merugikan Anda sendiri.
7. Track Record yang baik
Nama baik adalah sesuatu yang harus Anda jaga. Jika Anda aktif di organisasi, maka lakukan peran Anda sebaik-baiknya di setiap kegiatan organisasi tersebut. Tidak menutup kemungkinan rekan Anda di organisasi kelak menjadi orang yang memberikan review 'bagus' terhadap calon atasan Anda nanti. Jika Anda mendapatkan tugas dan tanggung jawab tertentu dalam organisasi maka lakukan yang terbaik. Hindari berurusan dengan hukum dan ciptakan track record yang baik.
Jika memungkinkan raihlah prestasi diluar akademik, misalnya kompetisi menulis, kompetisi orasi, kompetisi desain logo, kompetisi desain rumah, dan sebagainya. Hiasi curriculum vitae Anda dengan prestasi dan pencapaian terbaik yang dapat Anda lakukan.
Demikian tips jitu agar Anda siap bersaing di dunia kerja. Semoga bermanfaat! Klik tag atau label "career" untuk mendapatkan artikel bertema serupa, klik label "tips" untuk mendapatkan semua artikel tentang tips. Junas 06:38 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Sumber : pixabay.com |
Kasus bullying dapat terjadi dimana-mana, termasuk di tempat kerja. Bullying di tempat kerja berupa perkataan atau perlakukan yang tidak menyenangkan, sehingga menyebabkan korban tertentu menjadi stress dan sulit untuk bekerja secara maksimal. Korban bullying terkadang tidak sadar atau mungkin juga tidak berani untuk mengambil tindakan. Berikut ini beberapa tips untuk menghadapi bullying di tempat kerja:
1. Tetap berpikiran positif
Pikiran positif tetap sangat membantu dalam hal apapun. Pikiran positif menjaga emosi tetap terkendali dan pikiran tetap waras.
2. Siapkan mental
Cara cerdas untuk menghadapi situasi tidak enak dari perlakuan bullying adalah dengan tetap tenang, tidak emosi dan tidak menggunakan kata-kata negatif/ kasar. Hindari segala bentuk perselisihan di tempat kerja, dan jangan mengatakan sesuatu yang menghina orang lain.
3. Jangan terlalu cepat berasumsi
Asumsi yang terlalu cepat malah akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Sebaiknya klarifikasi terlebih dahulu fakta yang ada, cari kebenarannya. Asumsi yang gegabah akan cenderung membuat Anda terlalu cepat mengambil kesimpulan dan langkah yang keliru.
4. Sibukkan diri
Tetap ingat bahwa Anda berada di tempat kerja. Ketimbang Anda mengurusi hal-hal tidak jelas lebih baik fokus kerja. Walaupun mungkin posisi Anda mau tak mau harus bekerjasama dengan rekan kerja yang menyebalkan/ rekan kerja pelaku bully. Hasil kerja yang baik dari usaha Anda yang maksimal akan lebih dihargai oleh atasan.
5. Tentukan batas
Menyambung dari tips nomor 4, Anda mau tak mau harus bekerjasama dengan rekan kerja pelaku bully demi hasil kerja yang maksimal. Untuk menghadapi keadaan tersebut, Anda harus menentukan batasan tertentu pada hubungan dengannya. Hindari membicarakan masalah pribadi dengan orang tersebut, baik itu masalah pribadi Anda ataupun masalah pribadi dirinya. Bisa jadi masalah pribadi Anda malah jadi bahan bully-an.
Pelaku bully di tempat kerja biasanya karyawan-karyawan yang sudah terlalu lama berada di posisinya, karir stagnan, kurang piknik, stres masalah di rumah, tidak pandai berhubungan dengan manusia, pikiran sempit, sombong dan kurang melihat dunia luar. Maka Anda lebih baik tentukan batasan hubungan.
6. Mencari pelaku sebenarnya
Jika suatu waktu Anda mendengar kabar/ gosip/ desas-desus yang memalukan tentang diri Anda, cobalah cari pelaku penyebar kabar tersebut. Ini lebih baik daripada yang kebanyakan orang lakukan, yaitu berasumsi pendek dan ikut menyebar berita memalukan dari tersangka penyebar gosip. Coba untuk menyelesaikan masalah ini dengan mencari pelaku penyebar gosip sebenarnya.
Bicarakan langsung dengan dirinya secara 4 mata, tanyakan alasannya dan minta penjelasannya. Apalagi jika gosip tersebut tidak benar. Cara ini akan meredam masalah dan mencegah orang lain berbicara di belakang Anda, menghindarkan masalah yang lebih besar untuk Anda. Junas 12:02 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Tetap Berpikiran Positif |
Apakah anda bahagia di tempat kerja?
Apakah lingkungan pekerjaan anda kondusif?
Apakah anda bangga dengan karir yang sedang anda jalani?
Mulailah membaca artikel ini dengan menjawab ketiga pertanyaan tersebut. Jika jawabannya TIDAK semua maka anda harus mulai mencari tahu KENAPA. Andaikan anda sebuah sistem mekanis, anda tidak akan beroperasi sebagaimana mestinya jika ada salah satu komponen yang tidak beres atau tidak sesuai. Andaikan sebuah komputer, jika bagian prosesor grafis tidak kompatibel, komputer tidak akan dapat menampilkan gambar dengan maksimal atau bahkan tidak dapat menampilkan gambar sama sekali di tampilan monitor.
Untuk mengetahui dimana letak 'ketidaksesuaian' itu, mulailah dengan introspeksi diri sendiri. Lingkungan memang menentukan produktivitas karyawan, namun kondusif atau tidaknya lingkungan tersebut tergantung peran anda juga di dalamnya. Jika anda membiarkan lingkungan kerja berisi hal-hal negatif tentu akan memberikan dampak yang negatif juga untuk pekerjaan anda.
Lalu bagaimanakah untuk mempengaruhi lingkungan kerja kita, agar hal-hal negatif berkurang, serta agar lebih kondusif untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Simak berikut ini tipsnya:
1. Jangan Terlalu Banyak Mengeluh!
![]() |
Jadilah Positif untuk menyebarkan energi positif |
Anda tentu sudah tidak asing dengan hal ini. Rekan kerja anda, bos anda, klien anda, ataupun anda sendiri tentu pernah mengeluh tentang pekerjaannya. Ini adalah hal yang wajar dan manusiawi namun dalam batas sewajarnya. Jika terlalu banyak keluhan akan menciptakan energi yang negatif, bukan hanya untuk anda sendiri tetapi juga untuk satu tim keseluruhan.
Mengeluh itu manusiawi, namun tidak akan menyelesaikan masalah apapun yang dikeluhkan. Mengeluh itu manusiawi, namun kondisi tidak akan berubah jika hanya dikeluhkan. Anda harus melakukan sesuatu untuk mencari solusinya.
Energi negatif yang muncul dari mengeluh hanya akan membuat produktivitas kerja menurun, semangat kendor, lebih parah lagi akan memunculkan apatisme terhadap organisasi. Jika terjadi masalah, masing-masing akan cenderung saling menyalahkan dan saling tunjuk siapa yang bertanggungjawab.
Kondisi ini biasanya terjadi di perusahaan besar, dengan badan organisasi yang besar juga. Energi negatif akan mudah menyebar menjadi racun bagi karyawannya. Keluhan yang fatal biasanya muncul bukan dari para new hire tetapi dari karyawan lama. Semangat para karyawan baru dapat dengan mudah terkikis karena terpengaruh energi negatif para pengeluh itu. Benar atau tidak substansi yang dikeluhkan, yang jelas ketika seseorang terus-terusan terkena energi negatif akan sangat sulit untuk tidak terpengaruh.
Jadi mulai sekarang STOP mengeluh! Daripada menyia-nyiakan energi yang dipunya untuk mengeluh, lebih baik lakukan sesuatu. Jadikan keluhanmu untuk menggapai kehidupan karir yang lebih baik. Jangan menjadi racun demi kebaikan bersama.
2. Ciptakan Lingkungan Kondusif dan Bangun Semangat Tim
![]() |
Smells Like TEAM Spirit |
Semangat tim akan membara jika berada dalam lingkungan kerja yang kondusif. Persepsi mengenai lingkungan yang kondusif tentu berbeda-beda. Namun pada dasarnya lingkungan kondusif adalah lingkungan yang membuat anda nyaman berada di dalamnya. Nyaman bekerja juga nyaman bersosialisasi dan menjadi bagian dari tim.
Untuk menciptakan lingkungan kondusif, pertama pahami peran anda di dalam lingkungan tersebut. Kemudian pahami rekan kerja dan atasan anda. Anda akan menemukan rekan kerja yang oportunis, punya agenda pribadi. Tetapi selama itu tidak mengusik anda, cukup watch and learn, ambil sisi positifnya dan buang sisi negatifnya.
Para oportunis biasanya mengambil keuntungan untuk diri sendiri, yang muncul dari kesempatan yang ada (walaupun kesempatan itu kecil). Ini menjadikan para oportunis terlihat seperti tidak memiliki prinsip namun memiliki cara berpikir taktis yang bisa melihat peluang kecil dan menjadikannya keuntungan. Tak heran jika para oportunis (yang baik) ini cenderung menjadi ujung tombak tim, serta memiliki karir yang cemerlang. Para oportunis (yang tidak baik) cenderung lempar tanggung jawab ketika terjadi masalah atau senang menusuk orang dari belakang.
Anda juga akan menemukan rekan kerja yang introvert asik dengan dunianya sendiri. Ada lagi rekan kerja yang apatis, yang penting datang kerja, pekerjaannya selesai, terus pulang. Tidak peduli hasil pekerjaannya seperti apa atau organisasinya akan jadi apa.
Anda akan menemukan berbagai macam sifat rekan kerja di sekeliling anda, yang penting tentukan peran anda untuk menciptakan lingkungan kondusif. Tidak juga menjadi seperti bunglon atau abu-abu, tetapi berprinsip lakukan yang terbaik untuk anda, pekerjaan anda, tim anda dan perusahaan anda.
Satu energi positif dari anda akan memunculkan energi positif lainnya. Bangun semangat tim, kerjasama tim dan bergeraklah ke arah perkembangan yang lebih baik. Bangun komunitas yang saling mempercayai, saling membantu untuk satu tujuan.
3. Tidak Perlu Mengkritik Pekerjaan Orang Lain
![]() |
Tidak usah kepo dengan pekerjaan orang lain |
Sebaiknya tidak usah mengkritik pekerjaan orang lain, kecuali anda diminta, atau anda seorang bos yang memang bertugas untuk menilai dan mengkritisi setiap keputusan dan pekerjaan yang dilakukan bawahan anda. Banyak orang terjebak dengan cara berpikir seperti ini, terlalu sibuk memikirkan kritik atas pekerjaan orang lain, sementara pekerjaan sendiri tidak lebih baik.
Lagipula untuk apa memikirkan pekerjaan orang lain, sementara anda sendiri punya tugas dan tanggung jawab sendiri yang harus dikerjakan. Jika pun anda memiliki kesempatan untuk melihat dan menilai hasil pekerjaan orang lain, sebaiknya bersikap bijak. Lihatlah cara kerjanya, pelajarilah mengapa dia melakukan perkerjaannya lebih baik. Jika perlu minta pendapatnya mengenai pekerjaan anda, sekalian memperluas pertemanan.
4. Jadilah Optimis
![]() |
Tetap opimis jangan jadi pesimis |
Orang Optimis mampu melihat setiap hal baik pada kondisi paling buruk sekalipun. Bertolakbelakang dengan orang pesimis yang melihat setiap hal pada sisi negatifnya terlebih dahulu, alih-alih prinsip prepare for the worst, sehingga hal buruk akan tetap dianggap buruk selamanya.
Menjadi optimis akan membantu anda lebih bahagia dengan pekerjaan anda, karena setiap kondisi apapun yang dilihat adalah hal positifnya terlebih dahulu. Yakinlah pada tugas yang dikerjakan
5. Raih Kepercayaan Atasan
![]() |
Jangan selalu jadi follower, dapatkan kepercayaan dari atasan anda |
Bekerja pada lingkungan yang selalu terkontrol akan sedikit demi sedikit mengikis rasa percaya diri dan rasa optimis anda. Ini karena anda menjadi terbiasa pada perintah dan supervisi dari atasan. Rasa ragu-ragu akan meningkat seandainya terjadi perubahan signifikan terhadap pekerjaan. Kondisi ini dapat terjadi ketika Anda tidak mendapatkan kepercayaan dari atasan, atau atasan anda tidak membiarkan anda bekerja secara mandiri. Sehingga setiap tahap pekerjaan anda selalu diawasi dan dikritisi, tidak ada kesempatan trial dan error untuk mendapatkan pengalaman.
Cobalah untuk mendapatkan kepercayaan dari atasan, agar anda dapat memformulasikan cara bekerja anda sendiri. Sementara penilaian dan evaluasi hasil pekerjaan anda tetap diserahkan pada atasan. Jika pekerjaan anda hasilnya melebihi ekspektasi atasan, tentu akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan darinya. Anda akan menyenangi pekerjaan jika sudah mendapatkan kepercayaan dari atasan, dan lebih bahagia ketika menjalaninya.
6. Respect and Recognition
![]() |
Saling respek diantara rekan kerja |
Lingkungan kerja yang sehat ditandai dengan adanya respect and recognition. Penghargaan tidak hanya dari atasan kepada bawahan, atau perusahaan kepada karyawannya, tetapi juga penghargaan terhadap sesama rekan kerja. Saling respek diantara sesama rekan kerja akan memelihara situasi jauh dari terjadinya konflik.
7. Ciptakan Hubungan Sosial yang Bermakna
![]() |
Team work |
Manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial, tidak dapat hidup sendiri dan saling terhubung. Ini secara alamiah menjadikan manusia menikmati hubungan sosial yang memiliki makna. Tidak sekedar label "teman" atau "kolega", tetapi lebih ke hubungan "sahabat". Hubungan sosial yang bermakna ini menjadikan kita lebih bahagia melakukan rutinitas dalam pekerjaan.
Rekan kerja anda adalah orang yang selalu berinteraksi selama nyaris sepertiga dari waktu hidup anda, 8 jam dari 24 jam waktu anda dalam satu hari. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan hubungan baik dengan teman dan atasan anda.
Saking pentingnya ikatan di antara anggota tim ini, organisasi-organisasi besar rela membayar mahal untuk melakukan kegiatan outbond. Tujuannya untuk menciptakan tim yang mampu bekerja sama dengan lebih baik. Kekompakan, kedekatan, dan kepercayaan antar anggota di dalam tim akan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
Demikian 7 tips agar bahagia di tempat kerja. Pada kenyataanya tidak ada tempat bekerja yang benar-benar sempurna, dimana semuanya berjalan sesuai dengan ekspektasi bersama. Selalu ada yang oportunis, selalu ada yang apatis. Selalu ada tukang tusuk dari belakang di setiap organisasi dimana pun. Yang bisa kita lakukan adalah menyebarkan energi positif, meminimalisr hal-hal negatif. Sehingga mengurangi terjadinya drama dan konflik seperti yang biasanya ditampilkan konyol di sinetron. Junas 23:51 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Perencanaan pekerjaan agar efisien |
Pernahkah anda menghitung dari 8 jam anda bekerja dalam satu hari, berapa persen yang benar-benar anda pakai untuk bekerja? Berapa jam yang anda habiskan untuk lembur? Faktanya tanggung jawab pekerjaan yang dibebankan kepada anda sebenarnya sudah dihitung dan diasumsikan dapat diselesaikan tanpa lembur. Jika pun harus lembur berarti ada tiga kemungkinan, pertama pekerjaan anda memang bertambah, kedua fasilitas pendukung pekerjaan kurang mumpuni, atau ketiga kualifikasi anda tidak cocok dengan tanggung jawab pekerjaan anda.
Pengalaman memperhatikan rekan-rekan ketika bekerja sebenarnya ada beberapa hal yang harus dihindari dan beberapa hal yang sebaiknya dilakukan agar anda dapat lebih efisien dalam bekerja, simak berikut ini penjelasannya.
1) Buatlah daftar pekerjaan (to-do-list) sebelum anda bekerja, alokasikan setiap waktu anda dengan bijak.
Perencanaan pekerjaan sangat penting menentukan efisiensi anda dalam bekerja. Terkadang ada tipe orang yang 'going with the flow', mengikuti arus kesehariannya, karena tidak terbiasa merencanakan pekerjaannya. Demi efisiensi pekerjaan ini, bahkan beberapa perusahaan membuatkan SOP (Standar Operasional Prosedur) dengan sangat detail, mulai dari karyawan masuk kerja sampai dengan karyawan pulang kantor. Karyawan terkesan menjadi seperti robot dan cenderung tidak kreatif karena setiap langkah yang dilakukan sudah ditentukan.
2) Jangan Menunda Pekerjaan
Lakukan pekerjaan sesuai dengan prioritasnya. Seringkali pekerjaan menjadi menumpuk karena terlalu banyak ditunda. Kebiasaan menunda pekerjaan ini menjadikan anda harus mengambil over time untuk menyelesaikan pekerjaan yang anda tunda.
3) Jangan Gunakan Media Sosial
Kecuali anda bekerja dengan menggunakan media sosial, sebaiknya anda jauhi Facebook, twitter, instagram, path, dan lain-lain saat bekerja. Selain karena akan membuat anda kehilangan konsentrasi, Anda juga akan lebih sering mengecek media sosial sehingga pekerjaan menjadi tertunda. Beberapa perusahaan bahkan melarang karyawannya menggunakan smartphone selama bekerja, karena sadar dampak media sosial terhadap efisiensi bekerja karyawan.
4) Biasakan Menyelesaikan Pekerjaan Satu per Satu
Bekerja multitasking akan meningkatkan resiko anda melakukan kesalahan. Oleh karena itu, sebaiknya anda selesaikan pekerjaan satu per satu, dan tidak memulai pekerjaan lain sebelum menyelesaikannya. Buatlah susunan pekerjaan berdasarkan skala prioritas, jika anda diberikan tugas lain saat mengerjakan satu pekerjaan sebaiknya anda tanyakan dead line waktu untuk mengerjakan pekerjaan baru tersebut.
5) Jangan Kejar Tambahan Uang dengan Lembur
Beberapa orang menginginkan tambahan uang dengan bekerja lembur. Ini tentu mencerminkan sikap yang tidak profesional, saat jam kerja leha-leha, sementara di ujung waktu akan pulang baru bekerja. Dampaknya akan buruk terhadap karir anda, atasan dan rekan kerja akan menilai anda tidak mampu bekerja karena anda tidak dapat diandalkan untuk bekerja sesuai waktunya. Junas 01:06 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Persiapan Kerja |
Hari pertama masuk kerja memang selalu mendebarkan, apalagi bagi anda yang benar-benar baru memasuki dunia kerja. Perasaan senang, grogi, khawatir, campur aduk menjadi satu. Ini bukan tanpa alasan, karena hari pertama ini menentukan first impression anda di hadapan rekan kerja dan para bos. Karena itulah anda harus mempersiapkan hari pertama kerja ini dengan sebaik-baiknya. Agar ke depannya anda dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan anda. Berikut ini tipsnya:
1. Berpakaian yang terbaik dan ternyaman untuk anda. Penampilan anda akan menentukan kesan pertama anda di hadapan rekan kerja. Pakailah pakaian terbaik, rapih, tidak berlebihan, dan sesuai dengan peraturan perusahaan, apakah formal, casual ataukah bebas. Pertahankan rasa percaya diri dengan memakai pakaian terbaik dan ternyaman untuk anda.
2. Persiapkan apa saja yang harus anda bawa ke kantor. Persiapan ini bisa anda lakukan sehari sebelum kerja, minimal pikirkan apa yang harus anda bawa. Mulai dari dokumen-dokumen sampai ke peralatan pribadi yang diperlukan
3. Tidur dan istirahat yang cukup.
Ini penting agar menjaga agar bisa fokus bekerja dan terlihat fresh. Jika anda berniat merayakan pekerjaan pertama anda dengan teman-teman anda, maka jangan satu hari sebelumnya. Jangan sampai anda terlihat mengantuk, lemas, dan tidak bisa konsentrasi saat bekerja.
4. Datang lebih awal atau tepat waktu. Ini penting! Jangan sampai anda datang terlambat di hari pertama bekerja, akan jadi nilai negatif di hadapan para atasan dan para rekan kerja. Alasan macet atau apapun tidak akan diterima, oleh karena itu anda sebaiknya berangkat lebih awal.
5. Jangan lupa untuk senyum. Tersenyum adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk membangun kepercayaan diri dan menjalin hubungan baik dengan sekelilng anda.
6. Ramah kepada semua orang dan mulai hubungan yang baik. Jangan pernah berpikir atasan anda akan mengenalkan anda ke rekan kerja lain, itu tidak akan terjadi (Kecuali mungkin jika anda anak orang penting di perusahaan tersebut). Masing-masing orang akan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Anda sendiri yang harus mempunyai inisiatif memperkenalkan diri, jangan malu-malu karena hal ini. Ingat nama-nama dan wajah-wajah yang anda ajak kenalan. Namun pilih waktu yang tepat untuk berkenalan, jika perlu tanyakan terlebih dahulu apakah sedang sibuk atau tidak.
7. Ucapkan terima kasih. Hari pertama bekerja sangat mungkin anda akan mendapatkan bantuan dari beberapa rekan kerja. Maka jangan lupa ucapkan terima kasih kepada siapapun yang membantu anda. Jangan melihat jabatan untuk berterima kasih, jika anda adalah seorang manager dan mendapatkan bantuan kecil dari office salah satu staf, jangan lupa ucapkan terima kasih. Dalam dunia kerja naik-turun itu pasti terjadi, promosi ataupun demosi. Siapa tahu orang yang anda ucapkan terima kasih suatu saat posisinya akan sama atau lebih tinggi dari anda, dan mungkin merekomendasikan anda untuk suatu proyek besar.
8. Jangan malu bertanya. Jika anda kebingungan terhadap sesuatu maka jangan malu bertanya. Kebingungan saat hari pertama kerja itu wajar. Tanyalah orang yang tepat, maksudnya tanya sesuai keahliannya atau kesediaan waktunya. Jangan sampai rekan kerja anda merasa terganggu karena anda bertanya di tengah kesibukan pekerjaannya. Dengarkan baik-baik dan catat jawabannya jika penting, gali informasi tentang perusahaan ataupun proyek yang sedang berjalan.
9. Siapkan catatan. Sebuah catatan kecil akan sangat membantu anda sekarang ataupun nanti. Catat informasi-informasi penting yang anda dapat. Mulai dari instruksi dari atasan anda, atau informasi lainnya, seperti saran-saran dari atasan dan informasi penting dari rekan kerja. Jika anda kesulitan menghapal nama dan jabatan rekan kerja anda, anda juga dapat mencatatnya. Secara psikologis orang yang berbicara dengan anda akan menyadari bahwa anda menghargai interaksi yang terjadi dengan mencatatnya.
10. Baca email-email agar update informasi terbaru. Ketinggalan informasi adalah sebuah bencana. Salah satu sumber untuk update informasi adalah email yang anda punya. Jangan membatasi informasi hanya untuk divisi tempat anda bekerja saja. Baca semuanya karena setiap informasi yang ada dalam email pasti ada manfaatnya untuk anda. Perusahaan berjalan berdasarkan sebuah sistem yang dijalankan oleh masing-masing fungsi. Penting bagi anda agar tahu dimana fungsi yang menjadi tanggung jawab anda, dan pengaruhnya kepada sistem dan divisi lain. Anda akan dikenal sebagai orang yang berwawasan luas jika anda mengetahui hal yang sedang terjadi.
11. Selesaikan tugas pertama sebaik-baiknya. Tugas pertama terkadang tidak sesuai dengan ekspektasi anda, bisa jadi lebih bagus ataupun lebih buruk. Fokuskan perhatian dan konsentrasi anda untuk menyelesaikan tugas pertama ini dengan sebaik-baiknya. Simak dan perhatikan baik-baik instruksi dan arahan dari atasan anda, lalu kerjakan sebaik dan secepat mungkin. Lakukan dobelcek sebelum tugas tersebut anda nyatakan selesai.
12. Makan siang dengan tim anda. Atasan tertentu akan mengajak anda dan tim untuk makan siang bersama. Tapi ada juga yang tidak peduli dengan hal tersebut. Maka anda harus berinisiatif untuk mengajak makan siang rekan kerja anda. Biasanya saat makan siang beberapa orang akan mulai berkelompok tidak hanya dengan satu departemen saja untuk makan siang di suatu tempat, anda dapat juga join dengan mereka.
13. Inisiatif dan membantu rekan kerja anda. Karyawan yang memiliki inisiatif tinggi saat ini sudah sangat langka keberadaannya. Biasanya harus menunggu instruksi baru mengerjakan sesuatu. Jika anda sudah selesai mengerjakan tugas yang diberikan atasan, coba tanyakan anda dapat membantu mengerjakan pekerjaan apa lagi. Anda juga dapat mengerjakan tugas melebihi ekspektasi dari atasan. Jika ada kesempatan untuk membantu rekan kerja, maka anda dapat juga membantunya. Tidak menutup kemungkinan jika suatu saat andalah yang super sibuk dan membutuhkan bantuan rekan kerja anda.
14. Cari mentor. Di hari pertama kerja mungkin anda akan berkenalan atau dikenalkan dengan rekan kerja yang sudah senior. Carilah rekan kerja yang dapat anda jadikan mentor, yang akan membantu anda langsung dan mendukung perkembangan karir anda dan perusahaan. Senior yang dapat dijadikan mentor biasanya tidak pelit dengan ilmu dan senang membagikan pengalaman mereka demi kemajuan bersama.
15. Hindari gosip. Ada kalanya di hari pertama bekerja, anda akan menemukan rekan-rekan kerja penebar kebencian, penyuka gosip, senang menggunjingkan orang lain, dan memburuk-burukan perusahaan. Lebih baik anda ambil jarak, jangan ikut campur langsung urusan orang lain ini. Obrolan-obrolan negatif ini hanya akan menekan pikiran positif dan merugikan anda.
16. Tetap bersikap positif. Apapun yang terjadi di hari pertama kerja, anda harus menghadapinya dengan sikap positif. Jangan sampai obrolan-obrolan negatif menjadikan demotivasi untuk anda. Tetaplah berikan ekspresi wajah penuh senyum dan ramah, dan tetaplah yakin dengan karir anda saat ini.
17. Pulang lebih lambat. Ada baiknya anda pulang setelah atasan anda pulang. Jangan dulu pulang jika atasan anda masih sibuk dengan pekerjaannya, kecuali jika atasan anda sudah menyuruh pulang duluan. Ini tidak termasuk ke dalam peratusan perusahaan tertulis, namun ini adalah sebuah etika dalam bekerja, dengan begini atasan akan merasa lebih dihargai.
Demikian tips untuk menghadapi hari pertama bekerja, semoga bermanfaat! Junas 03:37 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Percaya pada diri sendiri merupakan modal utama untuk melakukan perubahan karir |
Bagi beberapa orang tidak jadi masalah menghadapi rutinitas dan situasi kerja monoton ataupun karir itu-itu saja, serta tidak banyak perubahan yang terjadi. Namun bagi orang-orang tertentu perubahan adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu. Rutinitas dan karir terasa menjadi sangat menjenuhkan, setiap hari terasa berjalan lebih lambat. Apalagi jika membayangkan tidak ada jenjang karir, ini artinya untuk belasan atau puluhan tahun ke depan anda hanya akan mengerjakan pekerjaan dan rutinitas yang sama.
Faktanya tidak banyak perusahaan yang mempunyai jenjang karir yang bagus. Hari ini menjadi staf atau supervisor, lusa dan 5 tahun ke depan kemungkinan masih sama. Ya mungkin itu tidak begitu buruk dibandingkan kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi ketika akan melakukan perubahan karir.
Keputusan mengganti karir merupakan keputusan yang paling berani dan dapat mengubah hidup anda. Keputusan yang tidak semua orang dapat lakukan karena memiliki resiko besar. Jika anda sudah berkeluarga maka resikonya ada keseimbangan pendapatan keluarga akan terganggu, apalagi jika hanya anda sendiri yang bekerja.
Tidak pernah ada waktu yang tepat jika membicarakan keputusan melakukan perubahan karir, karena pasti selalu ada halangan dan rintangan yang menghalangi keputusan tersebut muncul. Lalu kapan waktu yang realistis untuk melalukan perubahan karir? Apakah menunggu ekonomi negara membaik? Apakah menunggu bos anda sekarang pergi untuk selama-lamanya agar posisinya bisa anda isi? atau menunggu faktor eksternal, mungkin PHK, perusahaan gulung tikar, dan sebagainya?
Waktu yang tepat untuk melakukan perubahan karir adalah sekarang! Mulai rencanakan karir anda yang lebih baik dari saat ini juga. Anda tentu menginginkan segala sesuatunya menjadi lebih baik, namun anda harus tahu apa yang akan anda lakukan. Sudah saatnya anda mengkaji dan mengeluarkan potensi anda sebenarnya. Satu hal yang pasti, langkah-langkah perubahan karir itu harus anda sendiri yang menciptakannya, bukan istri, suami, anak, ibu, ataupun sahabat terbaik dan terdekat anda saat ini.
Beberapa ide untuk karir anda sekarang dapat menjadi awal langkah anda, definisikan dan kembangkan ide anda tersebur agar menjadi langkah yang tepat dan realistis. Tentukan sasaran lalu susun strategi dan rencana kerja yang matang. Strategi yang tepat sasaran akan memberikan hasil yang baik sesuai dengan perubahan yang anda inginkan. Tentukan skala prioritas anda daripada anda kehilangan waktu yang berharga karena melakukan hal-hal secara serabutan. Anda tentu tidak mau jika sudah mengambil langkah namun anda kembali ke pada posisi lama anda bukan?
Ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan dan pikirkan terlebih dahulu untuk menemukan minat dan profesi yang tepat, yaitu berikut ini:
Cita-cita, Visi dan Tujuan
Apa yang anda inginkan? Bagaimana proyeksi kehidupan anda (karir/ profesi, jabatan, passion, hubungan dengan orang lain) pada beberapa tahun ke depan? Apakah cita-cita anda? Jawaban pertanyaan ini tidak akan semudah ketika anda duduk di bangku TK, karena orang dewasa cenderung sukar bermimpi dan punya cita-cita karena terlalu banyak pertimbangan. Jika anda bahkan tidak tahu cita-cita dan tujuan anda, maka mulailah bertanya apa keinginan anda.
Apa Keinginan Anda?
Apakah yang menjadi motivasi anda? Apa yang penting bagi anda? Apakah kekuasaan, penghargaan, kekayaan, kebebasan, perasaan aman, atau lainnya?
Apa yang Modal yang Anda Miliki?
Apa bakat anda? Apa keahlian dan keunggulan anda? Kejujuran, antusiasme, dan keinginan kuat tidak akan cukup bila keahlian tidak anda asah. Ini merupakan modal utama yang berasal dari diri anda sendiri.
Apa Sumber Daya yang Anda Miliki?
Sumber daya yang utama bukanlah materi, namun hal-hal di luar diri yang dapat berguna dan bermanfaat untuk memperoleh apa yang tidak anda miliki sekarang. Misalnya jaringan pertemanan, kolega dan rekan bisnis, informasi, serta lainnya.
Fokus pada Cita-cita Anda!
Membicarakan cita-cita saat sudah berumur mungkin hanya menjadi hal klise, hal-hal yang diluar jangkauan. Cita-cita bukan hal yang tabu untuk dibicarakan, membicarakan cita-cita dan keinginan anda itu sudah menjadi langkah pertama yang baik dan dapat memberikan motivasi. Fokuslah pada keinginan anda, keinginan yang akan membawa anda lebih maju dan pilihan yang akan memberikan kesuksesan di masa datang. Berikut ini beberapa langkah untuk melakukan perubahan karir yang sukses:
1. Analisis karir anda sekarang
Munculkan pertanyaan dalam diri anda sendiri:
- pencapaian apa saja yang sudah anda raih sampai dengan saat ini?
- usaha apa saja yang sudah anda lakukan untuk mencapai karir anda saat ini?
- apa saja yang dapat memberikan motivasi dan semangat untuk bekerja lebih baik?
- apa cita-cita dan tujuan anda di masa depan?
- apa keahlian anda dan apakah sudah dimanfaatkan dengan maksimal?
- apa saja hal-hal penting untuk anda?
2. Analisis karir baru anda
Sebelum beranjak melakukan perubahan, anda harus tahu mengenai karir baru anda sebaik-baiknya sedalam-dalamnya.
- cari tahu peluang kerja yang tersedia saat ini, jika perlu bicarakan dengan konsultan,
- cari tahu posisi dan jabatan yang tepat, untuk kemudian lakukan penelitian apa saja tugas dan tanggung jawabnya,
- penyesuaian apakah yang perlu anda lakukan untuk karir baru anda,
- kirim daftar riwayat hidup ke perusahaan yang anda minati, walaupun sedang tidak ada lowongan,
- lakukan penelitian terhadap beberapa bidang yang anda minati, temukan perusahaan apa, bidangnya apa, dan siapa yang harus anda kejar untuk menambah relasi anda.
3. Analisis lebih dalam terhadap kepuasan anda terhadap karir anda sekarang
- catat aspek-aspek apa saja yang anda sukai dan tidak sukai,
- apakah perasaan negatif yang muncul akan mempengaruhi pekerjaan anda?
- apakah budaya kerja di perusahaan anda kondusif dan mendukung jenjang karir yang baik?
- perkirakan seberapa besar tingkat kepuasan anda terhadap pekerjaan sekarang
4. Analisis bakat dan keahlian anda
- apakah keahlian yang anda miliki?
- apakah perlu mempelajari keahlian baru untuk karir baru anda?
- apakah kelebihan yang bisa anda tawarkan untuk karir baru anda?
- apakah nilai lebih yang membedakan anda dari sekian banyak orang yang sudah 'terjun' duluan ke dalam bidang tersebut?
Bagi anda yang lintas jurusan (pekerjaan anda sekarang tidak sesuai dengan minat dan pendidikan), mungkin akan menemui kesulitan disini, dan cenderung mundur pada langkah ini. Apalagi jika posisi anda sekarang sudah 'nyaman' dan 'aman'. Anda harus berani dan mau mendobrak zona nyaman tersebut jika sebenarnya pilihan karir anda sekarang itu tidak sesuai minat. Pada dasarnya tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan nilainya sepadan jika anda harus mempelajari keahlian baru demi melakukan perubahan besar untuk kesuksesan.
Disini saatnya anda menentukan minat dan membenahi keahlian melalui berbagai sumber. Kesuksesan yang telah anda raih pada pekerjaan sekarang dapat menjadi tolak ukurnya, anda akan lebih mudah menyukseskan sebuah pekerjaan atau proyek jika anda adalah ahli dan meminatinya. Cari sumber untuk belajar dan bertanya, temukan mentor yang mendukung anda meraih potensi terbaik anda. Keberadaan mentor bukan untuk mendikte atau menyuruh anda melakukan sesuatu, namun menjadi pembina karir anda, tempat untuk bertanya dan tempat untuk mencari pertimbangan ketika akan memutuskan sesuatu.
Anda juga dapat mendiskusikan nilai dan keahlian yang anda miliki bersama mentor, teman, rekan kerja, ataupun keluarga terpercaya. Orang-orang yang anda percaya ini memiliki peran untuk memberikan nasihat dan bantuan untuk menemukan karir baru anda yang sesuai dengan minat.
5. Pelajari orang-orang yang mengerjakan profesi yang anda minati
Anda dapat mempelajarinya melalui buku biografi orang-orang yang sudah sukses pada profesi yang anda minati. Jika tidak ada referensi dalam buku, cukup perhatikan bagaimana orang-orang tersebut belajar, berinteraksi dan melakukan pekerjaannya. Anda dapat mencobanya dengan bekerja sukarela, seolah-olah mencoba membantu orang tersebut, atau menjadi pegawai magang terlebih dahulu. Lihat dan ukur seberapa mahir anda melakukan pekerjaan tersebut. Luangkan waktu untuk mempelajari profesi baru ini, jika perlu ambil kursus profesional. Langkah ini penting untuk memberikan anda pengalaman kerja pada profesi baru, walaupun cuma sedikit.
6. Kembangkan keahlian baru anda
Anda harus menemukan cara untuk mengembangkan keahlian baru dalam pekerjaan saat ini. Temukan celah belajar di waktu-waktu sempit. Ini membuka jalan perubahan untuk anda. Apabila perusahaan anda menyediakan pelatihan keahlian tertentu, anda dapat mengikutinya.
Anda dapat mempelajari peran-peran alternatif dalam pekerjaan anda dan dalam perusahaan anda saat ini. Ini akan sangat bermanfaat bagi pengembangan pribadi dan memperluas pengetahuan anda. Misalnya, jika anda sekarang adalah seorang manajer toko sebuah perusahaan retail ternama yang mengharuskan anda bekerja di akhir pekan dan menuntut anda untuk selalu lembur, anda dapat memikirkan dan mempelajari bagaimana melakukan peran lain untuk perusahaan tersebut. Misalnya pelajari bagaimana divisi sales berjualan, bagaimana peran divisi marketing dan promosi untuk perusahaan, bagaimana peran divisi pengadaan dan supplier, dan sebagainya. Anda dapat mengamatinya langsung karena anda berhubungan langsung dengan mereka. Anda juga dapat bertanya langsung sekaligus berkenalan dan memperluas relasi anda.
7. Kembangkan jaringan dan hubungan dengan relasi anda
Menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang berpengaruh terhadap karir anda akan menjadi langkah yang sangat efektif. Anda juga harus menemukan orang-orang yang dapat membantu anda melakukan perubahan dan menemukan pekerjaan yang anda inginkan. Dari sekian banyak teman dan relasi anda, pasti ada teman atau kenalan lama yang mempunyai kaitan dengan pekerjaan baru yang anda minati.
Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan rekomendasi yang dapat membukakan peluang untuk anda. Lebih jauh lagi anda dapat meminta orang tersebut untuk mendukung dan membantu anda di perusahaan tempat anda melamar kerja. Namun tetap ingat, jangan terkesan berlebihan dan memaksa.
8. Sesuaikan Ekspetasi anda Terhadap Kesuksesan
Menyesuaikan diri terhadap ekspektasi dapat dengan memperbaiki kinerja anda atau menurunkan parameter kesuksesan anda. Pekerjaan baru dapat tidak sesuai ekspektasi anda, karena beberapa faktor kemungkinan. Tergantung dari keahlian anda, kondisi kerja, kemampuan adaptasi, kepercayaan diri, dan sebagainya.
Jika anda sudah melakukan perubahan, jangan membandingkannya dengan masa lalu jika hanya akan membawa anda ke perasaan dan pikiran negatif. Sebuah quote menyebutkan bahwa masa lalu yang bersinar tidak menjamin masa depan akan lebih baik. Semuanya tetap ditentukan oleh usaha-usaha yang anda lakukan. Karir baru anda dapat meningkat dengan cepat, namun tentu dengan usaha dan pengorbanan, anda harus membuktikan kelayakan anda menduduki posisi tersebut kepada atasan, rekan kerja dan klien anda.
9. Keahlian, Pengalaman dan Kepercayaan Diri
Keahlian dan pengalaman kerja anda akan selalu bermanfaat. Kita tidak hidup di sebuah permainan RPG (Role Playing Game), dimana spesialisasi keahlian hanya akan berguna pada salah satu area saja. Walaupun anda memutuskan untuk mengganti dan berpindah karir, beberapa keahlian tetap akan berguna. Keahlian-keahlian mendasar tetap bermanfaat seperti keahlian berinteraksi, keahlian berjualan, keahlian berkomunikasi, keahlian berbicara di depan orang banyak, keahlian administratif, keahlian manajemen waktu, dan sebagainya.
Pengalaman kerja anda sebelumnya juga tidak akan sia-sia, minimal pengalaman menghadapi rekan kerja, atasan, klien ataupun customer tetap akan bermanfaat. Pengalaman-pengalaman ini akan mempengaruhi field of experience dan frame of reference anda, yang tentunya akan mempengaruhi cara berpikir dan bekerja anda.
Percaya pada diri sendiri namun tidak untuk memunculkan sifat arogan. Ini merupakan modal utama untuk hidup, tidak hanya sekedar untuk karir anda. Tingkatkan rasa percaya diri dan raih cita-cita anda! Satu hal yang harus anda camkan pada diri anda sendiri adalah tidak ada seorang pun yang akan melakukan perubahan untuk anda kecuali anda melakukannya sendiri.
Demikian langkah-langkah untuk melakukan perubahan dan mengambil alih karir anda, semoga bermanfaat! Junas 09:47 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
TIpe Kepribadian: introvert, extrovert, ambivert |
Tulisan ini merupakan salah satu dari tiga tulisan mengenai pilihan-pilhan karir berdasarkan tipe kepribadiannya. Tulisan lain yang berkaitan adalah "Beberapa Pilihan Karir untuk Para Extrovert" dan "Beberapa Pilihan Karir untuk Para Introvert".
Ambivert adalah gabungan dari dua kepribadian yaitu introvert dan extrovert, ini merupakan perpaduan yang paling baik dari semua kepribadian karena akan fleksibel dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi. Seorang ambivert dapat berinteraksi dan berbicara dengan banyak orang tanpa grogi, dan juga memiliki pemikiran tajam layaknya seorang introvert.
Seorang ambivert akan lebih mudah berubah-ubah sifat dan kondisi hatinya, ini karena gabungan kedua sifat tersebut jadinya lebih moody. Orang extrovert senang menjadi bagian dari banyak orang, senang dengan perhatian, bosan dan gelisah ketika sendirian. Sebaliknya orang introvert lebih suka sendirian, lebih suka interaksi personal, lebih suka dalam kelompok kecil, merasa tidak nyaman ketika berada di kerumunan orang. Ambivert ini merupakan perpaduan keduanya, berikut ini ciri-cirinya:
- seorang ambivert memiliki kepribadian fleksibel, netral di tengah-tengah dan mampu beradaptasi dengan perubahan situasi.
- ambivert mempunyai kemampuan bersosialisasi seperti extrovert, namun mampu mengendalikan diri ketika dalam kesendirian,
- mampu merasa nyaman di mana saja, apakah itu suasana hening dan tenang ataupun bising dan ramai,
- beberapa sumber menyebutkan ambivert sebagai emosional bilingual, kemampuannya membaca emosi orang dan dapat terhubung dengan jangkauan yang lebih luas,
- ambivert pintar dalam memberi dan menerima, oleh karena itu memiliki keunggulan ketika menjadi pasangan dan orang tua,
- kekurangan seorang ambivert adalah terkadang mereka tidak yakin dengan kepribadian mereka sendiri. Kadang tidak tahu kapan harus bertindak,
- kekurangan lainnya adalah jika ambivert menyukai kedua hal tertentu, mereka akan memutuskan untuk memilih salah satunya berdasarkan mood,
- ambivert memiliki intuisi secara alamiah, berbeda dengan introvert yang memilih untuk diam dan extrovert yang sulit untuk berhenti berbicara, maka ambivert secara naluri tahu kapan harus diam dan kapan harus mendengarkan.
Istilah ambivert ini tidak sepopuler dua istilah lain, mungkin karena hal-hal yang sifatnya berlawanan lebih mudah dipahami orang, seolah-olah dua istilah introvert dan extrovert itu saling berlawanan seperti istilah baik-buruk, cantik-jelek, hitam-putih, dan sebagainya. Padahal masing-masing tipe mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Faktanya jumlah orang dengan tipe ambivert cukup banyak.
Berikut ini beberapa pilihan karir untuk para ambivert:
1. Pedagang/ Wiraswasta/ Pebisnis
Seorang ambivert dapat menjadi pedagang hebat dan sukses, mampu melakukan penjualan terbaik karena mereka dapat menjadi antusias namun tidak timbul perasaan sombong dan arogan. Seorang pebisnis harus mampu berinteraksi dan menjalin hubungan dengan berbagai macam orang demi menciptakan jaringan bisnis. Namun ada kalanya seorang pebisnis dituntut harus memiliki imajinasi untuk menciptakan inovasi, mengamati serta mendengarkan dan memahami orang lain.
Pada dasarnya seorang pedagang/ wiraswasta ataupun pebisnis diharuskan mampu untuk mengatur bisnisnya sendiri, tidak berdasarkan instruksi atasan ataupun lainnya. Selain itu, harus tahan banting, tidak mudah putus asa, dan berpikiran positif. Seorang ambivert dapat berpikir logis dan strategis ketika situasi buruk sedang terjadi. Berbeda dari seorang introvert yang cenderung memikirkan "kenapa hal buruk itu terjadi pada saya" namun lambat mengambil langkah solutif, dan seorang extrovert yang cenderung terlalu banyak bicara dan aksi.
2. Sales dan Marketing
Profesi sales atau penjual barang, menuntut orang harus dapat beradaptasi dengan berbagai macam karakter calon pembeli. Tahu kapan harus mendengarkan dan tahu kapan harus berbicara. Ini demi mengetahui sebenarnya apa yang menjadi kebutuhan pembeli agar bisa menjual barang tertentu. Nyaris sama dengan nomor satu di atas, seorang ambivert dapat menjadi sales person yang sukses dan memiliki karir yang pesat, karena secara naluriah dia dapat memahami lawan bicaranya, sehingga kemungkinannya lebih mudah paham atas keinginan pembeli.
Seorang ambivert juga dapat menjadi marketing yang unggul, karena mampu memikirkan strategi terbaik dan mampu mencari koneksi serta menciptakan jaringan yang dapat membantu pemasaran produk atau brand yang menjadi tanggung jawabnya.
3. HRD (Human Resources Department)
Salah saru ciri ambivert adalah peka terhadap emosi orang dan mampu membaca karakter. Kemampuan ini akan membantumu untuk tugas merekrut karyawan baru ataupun untuk rolling position karyawan. Penempatan posisi karyawan agar sesuai dengan keterampilan dan kemampuan mereka,
Kemampuan lain adalah ambivert dapar membuat situasi nyaman dengan lawan bicara, sehingga akan membuat lawan bicara lebih akrab dan bicara lebih terus terang, khususnya ketika mengorek informasi saat melakukan interview para pelamar kerja.
4. Psikolog/ Psikiater/ Konselor
Ketiga profesi ini memiliki fokus untuk membantu orang dalam mengatasi permasalahan dalam hidupnya, namun dengan pendekatan kejiwaan yang berbeda-beda. Walaupun berbeda, ketiga profesi tersebut sama-sama membutuhkan kemampuan memberi dan menerima, yaitu mendengarkan keluhkesah para pasien, sekaligus memberikan nasihat atau saran tertentu.
5. Blogger
Seorang blogger aktif akan mengalami situasi berbeda saat sedang menulis, mengatur blog atau sedang diundang ke sebuah acara tertentu, menemui banyak orang atau menjadi narasumber.
6. Manager/ pemimpin
Ini tidak terpaku pada satu pekerjaan manager, namun artinya sangat luas, bisa profesi manager sebuah perusahaan, manager warung kecil, manager sebuah tim sepakbola, atau bahkan seorang presiden. Sebagai manager yang memegang kendali tertentu, anda dituntut untuk dapat mengendalikan emosi, mendengarkan bawahan, mematuhi atasan, berbicara kepada tim dan merangkul mereka agar tetap merasa dihargai perusahaan.
7. Event Organizer/ Planner
Profesi event organizer/ planner memerlukan kualifikasi orang yang dapat berhubungan dengan orang banyak, ini dapat dikerjakan oleh para extrovert. Namun, para ambivert dapat mengerjakannya dengan lebih baik, perpaduan tipe pemikir sekaligus tipe pekerja beraktivitas tinggi menghasilkan individu yang dinamis dengan pemikiran strategis.
8. Hubungan Internasional
Mengenal dan terjun ke budaya berbeda tentu tidak mudah, namun bagi para ambivert tidak akan begitu sulit. Mereka mampu beradaptasi dengan pekerjaan administratif sekaligus berhubungan dengan berbagai macam orang termasuk orang dari budaya yang berbeda. Cakupan profesinya sangat luas, mulai dari diplomat, duta besar, staf konjen negara tertentu, staf ekspor impor, dan sebagainya.
9. Guru
Para ambivert biasanya dapat menjadi guru atau pengajar tertentu dan menjadi favorit murid-muridnya. Ketika kita di sekolah biasanya mengkategorikan guru-guru kita, ada yang kaku (kemungkinan tipe introvert), ada yang banyak omong dan cincai (kemungkinan ini tipe extrovert) dan ada juga yang difavoritkan karena dianggap baik, memahami murid dan cara mengajar yang dipahami sebagian besar muridnya.
10. Jurnalis
Seorang jurnalis dituntut untuk selalu aktif, bergerak cepat, pandai mengatur waktu, tidak malu-malu dan pandai menulis. Siapa lagi yang mempunyai kombinasi seperti ini selain para ambivert.
Seorang ambivert adalah pribadi yang paling fleksibel dibandingkan dua kategori lainnya. Ini membuat pilihan profesinya menjadi jauh lebih banyak karena dapat melakukan pekerjaan para introvert dan juga extrovert, tergantung dari minat dan mana yang lebih dominan. Walaupun mungkin untuk hal-hal tertentu seperti urusan administratif, data dan seni tidak akan sehebat orang introvert. Serta hal-hal yang berkaitan dengan bicara di depan publik dan profesi yang menuntut aktivitas tinggi, dia mungkin tidak bisa lebih baik dari orang extrovert.
Demikian artikel Beberapa Pilihan Karir untuk Para Extrovert. Sifat dan karakter manusia sangatlah banyak, variatif dan mungkin tidak dapat secara mutlak disederhanakan menjadi hanya 3 kategori saja. Namun pasti ada sifat dominan yang muncul pada diri anda. Jika anda memiliki beberapa ciri di atas maka kemungkinan besar anda adalah orang yang berkepribadian ambivert. Manusia itu mahluk dinamis dan berubah, jika dirasa satu sifat tertentu dinilai buruk tentu dapat dirubah agar lebih baik.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi pertimbangan sebelum anda akan memutuskan untuk berkarir sebagai apa. Satu hal yang pasti adalah sebaiknya pilihan karir anda sesuai dengan passion yang anda miliki, niscaya anda akan lebih mudah meraih kesuksesan! Junas 02:59 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
TIpe Kepribadian: introvert, extrovert, ambivert |
Tulisan ini akan khusus membahas tentang pilihan karir untuk para introvert. Tulisan lain yang berkaitan adalah "Beberapa Pilihan Karir untuk Para Extrovert" dan "Beberapa Pilihan Karir untuk Para Ambivert".
Introvert (Introversion) merupakan jenis kepribadian manusia yang dominan berkaitan dengan dunia di dalam pikiran manusia itu sendiri. Para introvert ini cenderung menutup diri dari kehidupan luar, lebih banyak berpikir, sedikit aktivitas, senang berada dalam ketenangan dan senang menjauh dari tempat yang terlalu banyak orang. Kebalikan dari extrovert.
Ciri-ciri orang berkepribadian introvert adalah sebagai berikut:
- pemikir dan senang berimajinasi,
- pendiam dan lebih senang mengamati
- pemalu dan susah bergaul,
- senang menyendiri dan mengerjakan semua sendiri,
- lebih suka berinteraksi langsung dengan satu orang daripada dengan banyak orang,
- lebih suka mendengarkan orang bercerita
- jarang bicara dan jarang bercerita
- hobi dengan kegiatan yang tenang seperi main game, membaca, memancing.
- lebih memilih menjadi pengamat interaksi ketimbang ikut berinteraksi
- lebih mudah mengungkapkan perasaan melalui tulisan daripada kata-kata
Jika anda memiliki ciri-ciri di atas ini, maka berikut ini ada beberapa pilihan karir yang tepat, yaitu sebagai berikut:
1. Akuntan
Tugas akuntan biasanya adalah melakukan pelaporan finansial perusahaan beserta analisisnya. Tugas ini berkaitan dengan data-data keuangan yang sangat banyak dan detail. Ini menuntutnya untuk fokus hanya terhadap pekerjaannya, bukan terhadap interaksi dengan orang lain. Maka profesi ini sangat cocok untuk para introvert.
2. Programmer
Seorang programmer akan lebih banyak duduk di depan komputer dan tidak banyak berinteraksi dengan orang lain. Mereka sangat cerdas untuk sesuatu yang berkaitan dengan komputer atau program tertentu, namun agak cukup kesulitan berinteraksi dengan orang lain.
3. Graphic Designer
Desainer grafis akan selalu sibuk dengan peralatan gambar mereka serta komputer. Suasana yang hening, tenang, dan tidak banyak orang biasanya akan membuatnya lebih produktif. Pekerjaan ini tidak menuntut interaksi dengan orang banyak, sangat cocok untuk para introvert.
4. Admin
Seorang admin tentunya akan sibuk dengan urusan administratif, dan urusan ini lebih baik dikerjakan sendiri daripada dikerjakan banyak orang. Filing, dokumentasi, memo, menyusun data dan pekerjaan lainnya yang tidak banyak berhubungan dengan orang.
5. Penulis
Seorang penulis biasanya bekerja sendiri dan tidak membutuhkan banyak orang untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Inspirasi menulis dan prosesnya membutuhkan ketenangan. Penulis akan terjun ke dalam pikiran dan dunianya sendiri saat menulis, dan tidak banyak berinteraksi dengan orang lain.
6. Editor
Seorang editor juga biasanya bekerja sendiri, fokus dan konsentrasi agar hasilnya dapat memuaskan.
7. Seniman
Seniman khususnya pelukis dan pemahat patung biasanya bekerja sendiri. Biasanya membutuhkan ketenangan dan konsentrasi tinggi agar mendapatkan inspirasi untuk berkarya.
8. Ilmuwan/ Peneliti
Percobaan dan penelitian akan dilakukan di sebuah ruangan laboratorium untuk waktu yang sangat lama, dan biasanya tidak banyak orang di dalamnya. Para ilmuwan bicara seperlunya dan kesuksesan pekerjaannya ditentukan dari keberhasilan penelitian yang dilakukan, bukan dari kemampuannya berbicara di depan banyak orang.
9. Analis
Seorang introvert sangat baik dalam hal yang berhubungan dengan data, oleh karena itu akan cocok untuk melakukan riset pada pada data spesifik, apakah itu analisis keuangan ataupun data lainnya. Mereka akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membongkar dan menganalisis data, untuk membuat sebuah kesimpulan tertentu.
Demikian artikel Beberapa Pilihan Karir untuk Para Extrovert. Sifat dan karakter manusia sangatlah banyak, variatif dan mungkin tidak dapat secara mutlak disederhanakan menjadi hanya 3 kategori saja. Namun pasti ada sifat dominan yang muncul pada diri anda. Jika anda memiliki beberapa ciri di atas maka kemungkinan besar anda adalah orang yang berkepribadian introvert.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi pertimbangan sebelum anda akan memutuskan untuk berkarir sebagai apa. Satu hal yang pasti adalah sebaiknya pilihan karir anda sesuai dengan passion yang anda miliki, niscaya anda akan lebih mudah meraih kesuksesan! Junas 08:55 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
TIpe Kepribadian: introvert, extrovert, ambivert |
Seorang ahli psikologi Swiss bernama Carl Jung, mengkategorikan kepribadian manusia menjadi 3 jenis yaitu Introvert (Introversion), Ambievert (Ambiversion) dan Extrovert (Extraversion). Istilah-istilah ini populer di kalangan para remaja yang sedang puber (dan tentunya di kalangan psikolog), yang katanya sedang masa-masanya mencari jati diri. Namun terkadang menjadi hanya 2 istilah saja yaitu introvert dan extrovert, seolah-olah menjadi dikotomi.
Pengertian masing-masing kategori tersebut seringkali disederhanakan maknanya sesuai dengan pemahaman orang kebanyakan, yaitu sebagai berikut:
1) introvert yaitu kepribadian tertutup
2) extrovert yaitu kepribadian terbuka
3) ambivert yaitu kepribadian kombinasi keduanya
Artikel ini akan khusus membahas tentang pilihan karir untuk para extrovert. Sementara untuk ambivert dan introvert akan dibahas di artikel lain. Kepribadian extrovert adalah kepribadian yang terbuka, condong berkaitan dengan dunia luar. Mereka dengan kepribadian ini akan memiliki aktivitas banyak dan lebih sedikit berpikir, senang berada di keramaian, senang bersosialisasi, supel dan banyak teman.
Pada dasarnya orang-orang dengan kepribadian extrovert memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- senang bersama dengan orang lain
- suka berinteraksi dan mudah bergaul
- senang menjadi pusat perhatian
- percaya diri sangat tinggi,terkadang dapat menjadi sangat arogan
- aktif di sejumlah kegiatan
- lebih senang berbicara daripada mendengarkan orang bicara
- mudah mengungkapkan perasaan dengan berbicara
Orang dengan kepribadian ekstrovert biasanya disukai banyak orang karena mudah bergaul, humoris dan mampu mencairkan suasana. Jika anda termasuk ke dalam kategori ini maka ada beberapa pilihan karir yang tepat, yaitu sebagai berikut:
1. Presenter dan MC
Modal utama seorang presenter adalah keberanian untuk berbicara dan tampil di depan kamera, sementara seorang MC (master of ceremonies) juga sama-sama dituntut untuk berbicara di depan orang banyak ketika sedang bekerja. Seorang ekstrovert akan dapat lebih mudah menyesuaikan diri untuk tampil di depan kamera ketimbang orang introvert, karena pengalaman seumur hidupnya adalah bersosialisasi dan berinteraksi dengan berbagai macam orang.
2. Sales dan Marketing
Pilihan karir ini maksudnya tidak terbatas pada pekerjaan salesman, tetapi maksudnya pada bidang penjualan dan pemasaran apapun itu bentuknya. Seorang yang ahli dalam bidang sales haruslah orang yang pesuasif dan percaya diri, mampu berinteraksi dengan berbagai macam orang, senang bertemu dengan orang baru, dan tentunya senang berbicara. Ini sangat cocok dengan kepribadian extrovert, dengan sifat-sifat yang dimilikinya para ekstrovert akan lebih mudah dalam memperluas jaringan dan koneksi. Semakin besar jaringan yang dimilikinya maka peluang untuk sukses pun lebih besar.
3. Pengacara
Seorang pengacara selalu dituntut untuk berani berbicara di depan orang banyak, terkadang fungsinya tidak hanya menjadi pembela di pengadilan, tetapi juga menjadi juru bicara di depan para wartawan. Pengacara merupakan pilihan tepat untuk para extrovert yang memiliki minat di bidang hukum dan mempunyai pemikiran strategis.
4. Customer Service
Tugas customer service adalah menghadapi komplain, menghadapi dan memahami konsumen/ pelanggan, melakukan customer recovery, menjelaskan sebuah produk marketing tertentu, menangani masalah teknis dan lainnya yang pada intinya adalah berbicara dengan berbagai macam orang. Pilihan karir ini juga sangat cocok untuk para extrovert.
5. Guru/ Dosen/ Pengajar/ Tutor
Para ekstrovert dapat berkomunikasi dengan baik, senang dengan lingkungan baru, dan gemar bercerita. Sifat-sifat ini cocok untuk karir sebagai guru/ dosen/ pengajar ataupun tutor. Pada dasarnya orang-orang extrovert adalah orang yang senang mengenal banyak orang dan peduli. Mereka akan menjadi pengajar yang sangat hebat, karena dapat membangun hubungan mutual dan mampu memberikan pemahaman lebih dalam terhadap materi yang diajarkan kepada muridnya.
6. Event Planner atau Wedding Planner
Para ekstrovert biasanya pandai bernegosiasi, cekatan dan senang bekerja di dalam kelompok. Dengan dibekali sifat-sifat tersebut, mereka akan sukses menjadi event planner. Selain itu juga mampu menjelaskan konsep kepada calon klien, mampu berkomunikasi dengan berbagai kalangan, serta mampu mempersuasi para calon klien.
Seorang event planner dituntut sangat mobile ketika mengatur sebuah acara. Ini membutuhkan orang yang tidak gampang stres, bisa mendalami dan enjoy bekerja dengan banyak orang. Kemampuan negosiasi para extrovert juga akan berguna saat berkomunikasi dengan klien, supplier, manajeman tempat dan sebagainya.
7. Tour Guide
Pekerjaan tour guide sesuai dengan kriteria kepribadian extrovert, yaitu menyukai interaksi dengan berbagai macam orang, suka juga bertemu dengan orang baru, supel dan mudah bergaul, pandai mencairkan suasana, serta mampu menjelaskan serta bercerita.
8. Public Relations
Tugas Public Relations diantaranya adalah berhubungan dengan publik internal dan eksternal perusahaan, termasuk di dalamnya ada para investor, karyawan, customer, komunitas, media massa dan sebagainya. Pekerjaan ini membutuhkan orang yang dapat menjalin hubungan baik dengan berbagai jenis platform media sebagai perwakilan klien dalam usaha membentuk image publik dan image branding. Pekerjaan ini juga membutuhkan orang yang mampu menghadapi berbagai situasi, apakah itu situasi baik ataupun buruk, dan mengubahnya menjadi situasi yang menguntungkan semua pihak.
Demikian artikel Beberapa Pilihan Karir untuk Para Extrovert. Sifat dan karakter manusia sangatlah banyak, variatif dan mungkin tidak dapat secara mutlak disederhanakan menjadi hanya 3 kategori saja. Namun pasti ada sifat dominan yang muncul pada diri anda. Jika anda memiliki beberapa ciri di atas maka kemungkinan besar anda adalah orang yang berkepribadian extrovert.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi pertimbangan sebelum anda akan memutuskan untuk berkarir sebagai apa. Satu hal yang pasti adalah sebaiknya pilihan karir anda sesuai dengan passion yang anda miliki, niscaya anda akan lebih mudah meraih kesuksesan! Junas 01:48 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Ilustrasi Kota Jakarta |
Banyak pendatang yang mengadu nasib di Jakarta, ini karena lapangan pekerjaan di Jakarta sangat luas. Walaupun daya tampung area semakin hari semakin sedikit dan semakin padat, Jakarta tetap menjadi kota yang dianggap memiliki peluang besar untuk berkarir. Persaingan dalam berkarir sangat ketat, jika tidak diimbangi dengan kemampuan di atas standar maka cita-cita apapun yang dibawa dari kampung halaman tidak akan tercapai. Berikut ini beberapa tips untuk berkarir di Jakarta, supaya sukses dan berkembang sesuai dengan misi saat berangkat.
1. Memiliki Keahlian dan Tujuan Pasti
Tujuan yang jelas dan keahlian yang terus diasah setiap harinya, dua hal ini merupakan modal utama. Jangan hanya dengan modal nekat, tapi keahlian tidak punya. Di Jakarta banyak pilihan profesi yang dapat dijalani, namun setiap profesi itu menuntut keahlian tertentu, dan menuntut kinerja yang baik. Setiap pekerjaan diberikan target, pencapaian target ini akan menjadi penilaian anda bagi perusahaan.
Cita-cita, tujuan, mimpi, atau apapun itu haruslah tetap dipegang jika ingin sukses di Jakarta. Jangan berangkat ke Jakarta jika tidak mempunya tujuan yang pasti dan jelas. Jika alasan berangkat ke kota Jakarta hanya karena diboyong saudara atau teman, lebih baik urungkan, karena ujung-ujungnya mungkin akan gegar budaya, stress, atau lebih buruk menjadi gelandangan.
2. Memiliki Mental Tahan Banting dan Tetap Positif
Tidak sedikit orang yang menjadi stress di Jakarta. Bagaimana tidak, anda harus menjadi terbiasa dengan kondisi hidup padat karena populasi penduduk di Jakarta sangat banyak, harus terbiasa dengan macet-macetan setiap harinya, persaingan yang ketat dan tidak jarang saling sikut, rekan kerja yang berbeda budaya yang kadang menyebalkan, gaya hidup yang mau tidak mau harus diikuti, atasan yang super tega, dan sebagainya.
Disamping segala hal yang dapat membuat stress, anda dituntut untuk selalu berpikir dan berperilaku positif. Berpikir positif membantu anda untuk tetap berjalan pada misi yang anda jalani, dan berperilaku positif agar tidak menciptakan permusuhan dan tidak menciptakan gosip yang tidak sedap.
3. Perbanyak Teman dan Tidak Menciptakan Permusuhan
Perbanyak relasi, jangan hanya terpaku pada satu kumpulan orang. Jika anda kerja kantoran, lebih baik memperluas pertemanan anda ke divisi lain juga. Ada kalanya anda memiliki kesempatan untuk hang-out bersama orang-orang yang belum anda kenal karena diajak oleh teman anda, gunakanlah kesempatan itu dengan baik.
Perbanyak teman namun tetap disaring jika anda akan menjadikannya sahabat, karena tidak jarang teman sendiri menjerumuskan anda ke sesuatu yang buruk, misalnya obat-obatan terlarang. Relasi ini akan terasa sangat bermanfaat ketika anda memerlukan bantuan mengenai sesuatu. Selain itu, bermanfaat untuk memperluas wawasan atau mendapatkan ilmu baru yang dapat digunakan untuk kepentingan perkerjaan anda dan pengembangan keahlian anda.
4. Gaya Hidup dan Biaya Hidup
Bagi orang dengan pendapatan diatas rata-rata, gaya hidup Jakarta mungkin tidak menjadi masalah. Namun akan lebih bijak jika gaya hidupnya disesuaikan dengan kemampuan. Jalan-jalan di Mall, party saat weekend, hiburan-hiburan malam, nongkrong di kafe-kafe mahal dan sebagainya. Perhatikan biaya hidup anda, asal anda dapat mengaturnya, pasti akan cukup atau bahkan bisa menabung.
5. Perhatikan Kesehatan Anda
Kehidupan di Jakarta akan terasa sangat cepat. Siklus setiap harinya tidak terasa, apalagi jika anda bukan pemilik perusahaan. Jika anda bekerja dengan formula 6-1, 6 hari kerja dan 1 hari libur dalam satu minggu, maka gambarannya seperti ini: berangkat pagi menghindari kemacetan bisa jadi anda harus berangkat pukul 5 pagi tergantung dari jarak rumah ke kantor, sampai di kantor pukul 8 pagi. Istirahat jam 12 sampai jam 1 siang, lanjut bekerja sampai dengan jam 5 sore. Jika pulang on-time (itu pun kalau pulang on-time) anda harus pulang menembus kemacetan Jakarta sampai di rumah mungkin sudah jam 8 atau 9 malam.
Rutinitas seperti itu cukup menguras tenaga dan stamina, maka anda harus tetap memperhatikan kesehatan anda. Cara menjaga kesehatannya dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup dan bekerja cerdas. Usahakan agar tetap bisa pulang on-time, dengan tidak menunda-nunda pekerjaan, kerjakan dengan cepat dan teliti, dan hindari over-time. Tetap ingat, rejeki terbaik yang diberikan Tuhan adalah kesehatan, syukuri dengan cara menjaganya.
6. Proyeksikan Anda untuk Memiliki Bisnis Sendiri
Jakarta adalah kota dengan jutaan peluang. Proyeksikan anda sendiri untuk memiliki bisnis yang bisa anda atur sendiri, manfaatkan peluang-peluang tersebut. Jangan terpaku hanya menjadi karyawan, namun proyeksikan diri anda di masa depan agar dapat mempekerjakan karyawan. Apalagi jika di perusahaan tempat anda bekerja tidak ada jenjang karir yang jelas.
"Cintai Pekerjaanmu dan Jangan Cintai Perusahaan yang Mempekerjakanmu, karena Suatu Saat Perusahaanmu akan Berhenti Mencintaimu".
7. Ibadah dan Berdoa
Seringkali rutinitas bekerja menyebabkan kita lupa beribadah. Fungsi beribadah tidak terlihat langsung, namun terasa efeknya. Dengan beribadah, kita dapat mempertahankan pikiran positifnya dan tetap fokus pada tujuannya. Ibadah dan berdoa dapat menjadi benteng anda terhadap pengaruh buruk dari luar. Junas 14:39 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Self esteem, confidence, believe in yourself |
Kepercayaan diri merupakan modal utama untuk berbicara di depan orang banyak, apakah itu di dalam meeting ataupun di depan sebuah forum. Untuk meningkatkan rasa percaya diri ini bisa dengan banyak cara dalam jangka waktu panjang. Namun beda kalau anda tipe orang yang banci tampil dengan rasa percaya dirinya luar biasa tinggi, berarti anda hanya tinggal meningkatkan pengetahuan anda agar pembicaraan anda lebih berisi.
Pasti ada dalam situasi tertentu anda diharuskan untuk berbicara pada pertemuan penting, berbicara pada meeting biasa, presentasi tugas, atau sekedar berbicara untuk sekedar briefing tim. Situasi ini menuntut anda untuk harus percaya diri, agar pesan anda tersampaikan dengan baik, berikut ini ada beberapa tips untuk meningkatkan rasa percaya diri dan menghilangkan grogi saat berbicara di depan orang banyak:
1. Senyum
Tersenyum selalu sukses menekan rasa grogi dan meningkatkan kepercayaan diri, karena berkaitan erat dengan peningkatan perasaan positif. Senyum bermanfaat untuk memperbaiki mood, mengurangi stres, membuat penampilan lebih menarik, menurunkan tekanan darah, membantu relaksasi, dan melepaskan hormon endorfin. Tersenyum menyebarkan aura positif sehingga mempengaruhi orang di sekitar anda juga menjadi berpikiran positif.
Tips ini merupakan tips yang paling mudah dan cepat, namun jangan terlalu banyak tersenyum tanpa sebab, atau nanti audience/ lawan bicara anda menyangka yang tidak-tidak. Cukup senyum tulus beberapa detik mengawali pembicaraan anda, dan disela-sela pembicaraan untuk menunjukan anda percaya diri dengan apa yang anda katakan. Ingat tujuan senyum ini untuk membuat diri anda merasa nyaman dan meningkatkan rasa percaya diri di hadapan orang lain.
2. Tatap Mata Lawan Bicara
Kontak mata mempengaruhi penilaian lawan bicara, dan menunjukan seberapa besar rasa percaya diri anda. Tersenyum dan menatap lawan bicara merupakan kombinasi yang sempurna untuk meningkatkan kepercayaan diri anda. Sesekali tataplah semua orang di dalam ruangan, berikan senyuman, mereka akan membalas senyuman anda. Namun jangan fokus pada respon mereka, jika responnya malah membuat anda tidak dapat fokus.
Menatap layar komputer/ layar besar saat presentasi, menatap meja kursi, apalagi menatap sepatu hanya akan mendorong munculnya perasaan ragu-ragu dan malu. Terlalu banyak melihat layar malah akan menunjukan bahwa anda tidak menguasai materi yang anda presentasikan dengan baik. Fokuslah pada apa yang anda bicarakan, bukan fokus pada respon/ gesture lawan bicara.
3. Lupakan Hal-hal yang Membuat Anda Krisis Percaya Diri
Jika anda terlalu fokus pada apa yang orang lain pikirkan tentang anda, maka rubahlah, lupakan hal-hal itu. Jangan biarkan orang lain menentukan standar untuk anda, bertahanlah pada standar yang anda buat sendiri. Ini artinya anda tidak harus selalu memenuhi setiap ucapan dan tuntutan orang lain. Faktanya setiap orang memiliki penetapan nilai yang berbeda dan anda tidak dapat memuaskan semua orang.
Tidak usah dipikirkan jika orang menyebut anda pemalas, pendiam, membosankan, bantat, kurus, gemuk, tembem, bego, rempong dan sebagainya. Cukup bertahan dengan standar yang anda miliki dan tetap ingat standar yang dimiliki orang pada umumnya berbeda. Apapun yang anda lakukan pasti ada saja yang mengomentari, atau istilah populernya adalah "nyinyir". Hal-hal seperti itu hanya akan memunculkan krisis percaya diri, lupakan saja hal itu dan pegang teguh standar anda sendiri.
4. Berpikir Positif tentang Diri Sendiri
Hilangkan pikiran-pikiran negatif tentang diri kita sendiri, karena hanya akan menambah krisis percaya diri. Tidak ada manusia yang sempurna, jadi ubah pikiran yang menganggap bahwa diri kita tidak cukup mampu melakukan sesuatu, tidak cukup cakap menangani sesuatu, dan terlalu banyak kekurangan. Jangan pikirkan tidak mampu, tetapi pikirkan bahwa semuanya tidak ada yang tidak mungkin, jika orang lain bisa kenapa kita tidak? Rubah suara-suara negatif dalam diri anda menjadi positif, kenali bakat anda dan raih potensi terbaik dari diri anda.
5. Berdoa
Percaya bahwa keyakinan anda terhadap agama akan memunculkan efek positif. Berdoalah dan meminta terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, minta bantuan terhadap pencipta kita. Berdoalah agar diberikan kemudahan dan kelancaran untuk setiap yang anda lakukan dan cita-citakan. Doanya dapat anda tulis dan ucapkan sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut.
Untuk muslim dapat berdoa sebagai berikut:
"Robbishrohlii shodrii wayassirlii amrii wahlul uqdatammil lisaanii yafqohuu qoulii".
(Ya Allah lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku dan lancarkanah lisanku agar mereka memahami perkataanku) QS. Thoha:25-28.
Makna doa ini cukup jelas, untuk memohon kelancaran urusan apa saja, termasuk membuat orang lain paham. Biasanya doa ini diucapkan oleh para penceramah muslim saat sebelum memulai ceramahnya, kadang juga diucapkan oleh para guru sebelum memulai mengajar.
6. Perlahan dan Pasti
Lawan bicara atau audience anda tidak semua satu frekuensi dengan anda, jadi lebih baik perhatikan tempo bicaranya. Bicara perlahan, kuat, dan tidak terlalu cepat akan jauh lebih baik. Anda akan terlihat lebih percaya diri, dan pesan yang disampaikan lebih terdengar jelas oleh audience. Bicara perlahan tidak hanya menjadikan artikulasi setiap kata semakin jelas, namun juga dapat memberikan anda kesempatan untuk berpikir apa yang akan selanjutnya anda katakan. Berikan audience kesempatan untuk mencerna informasi yang anda sampaikan. Jangan terlalu terburu-buru, berhentilah sejenak sesuaikan dengan kalimat.
7. Perhatikan Penampilan Anda
Penampilan anda akan mendukung peningkatan kepercayaan diri, maka tampilah serapi dan senyaman mungkin. Kondisi atau situasi apapun akan menuntut anda untuk tampil rapi ketika akan berbicara di depan orang banyak. Sekalipun anda luar biasa tingkat percaya dirinya, rasa takut terhadap penilaian orang lain mengenai penampilan anda, akan tetap terasa sangat mengganggu. Lagipula penampilan fisik anda turut menentukan impresi orang lain terhadap diri anda. Pastikan rambut anda tersisir rapi, cuci muka agar lebih cerah, pakai parfum, perbaiki riasan wajah, kerah terbentuk sempurna, jas/ blazer/ pakaian tidak kusut, dan sebagainya.
8. Belajar Memberikan Suara
Penghambat terbesar bagi semua orang adalah tidak mau mencoba berbicara, terutama untuk para introvert. Sebagian dari kita pasti pernah mengalami situasi dimana di sebuah rapat hanya sekedar hadir tanpa mencoba mengucapkan sesuatu. Pada situasi lain yang tidak formal pun bisa jadi hanya diam ketika orang lain bergembira dan berbincang-bincang, misalnya pada acara reunian sekolah, acara perayaan kecil-kecilan di sebuah tempat hiburan, atau sekedar pada saat makan siang bersama dengan tim. Pernahkah anda seperti itu?
Untuk melatih tingkat kepercayaan diri anda, ikutlah berbicara pada setiap kesempatan, tunjukan partisipasi meskipun tidak banyak yang dapat dikatakan. Jangan menjadi bisu disaat orang lain berbicara dalam diskusi kelompok, kemukakan pendapat, tunjukan perspektif, dan ekspresikan emosi anda bila perlu. Seiring waktu anda akan terbiasa dan lebih percaya diri untuk berbicara di depan orang banyak.
Pada dasarnya kepercayaan diri dapat dilatih pada setiap kesempatan. Cobalah membaurkan diri dalam sebuah pesta keluarga besar, coba perkenalkan diri pada orang yang belum anda kenal, coba berbicara pada sebuah rapat akbar, dan sebagainya. Percobaan ini akan memberikan gambaran yang tidak jelas mengenai apa yang seharusnya anda lakukan selanjutnya, dan memaksa anda untuk memberikan respon secara spontan. Benar atau salah anda dapat mengoreksinya di lain kesempatan.
Latihlah kepercayaan diri anda mulai dari sekarang, karena manfaatnya sangat banyak, yaitu:
1. Anda akan mampu menunjukan jati diri, mampu mengekspresikan diri, berdiri sendiri, punya pendirian dan tidak tergantung orang lain.
2. Semakin hebat dalam berinteraksi sosial, percaya dengan kemampuan diri sendiri.
3. Tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk dan lebih realistis.
4. Optimis dalam setiap hal yang dilakukan dan menjadi problem solver yang unggul.
5. Teguh mengambil keputusan, menghilangkan keraguan, dan konsisten terhadap jalan yang diambil.
6. Semakin tinggi kualitas pribadi dan mudah dalam menggapai mimpi serta cita-cita. Kesuksesan akan lebih mudah diraih dengan rasa percaya diri yang tinggi, karena tidak mudah jadi pesimis, dan mampu bangkit ketika mengalami kegagalan.
Demikian tips untuk meningkatkan kepercayaan diri dan menghilangkan grogi, semoga bermanfaat! Junas 02:54 New Google SEO Bandung, Indonesia
![]() |
Stress |
Stress adalah sebuah bentuk ketegangan dari psikis, mental, emosi dan juga fisik, yang mempengaruhi aktivitas, kinerja dan produktivitas orang yang bersangkutan. Stress ini dapat muncul karena adanya beban, yang dapat berbentuk apapun yang menyebabkan perubahan hidup seseorang sehingga memaksa orang tersebut harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi.
Reaksi terhadap stress ini berbeda-beda, tidak spesifik, namun pengaruhnya menyeluruh baik itu secara fisik ataupun psikis. Stress ini menjadi keadaan kejiwaan yang populer di masa ini, khususnya di kota-kota besar. Tekanan pekerjaan, target, dead line, pertengkaran, masalah rumah tangga, mimpi dan keinginan, utang, gaya hidup dan sebagainya. Stress bukanlah suatu penyakit, namun sebuah konsekwensi logis dari manusia yang berpikir. Jika manusia tidak berpikir, tentu tidak akan stress bukan?
Jika stress di tempat kerja tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka anda akan mengalami lebih banyak masalah yang kemungkinan besar akan menjadi penambah beban. Stress di tempat kerja merupakan sebuah respon secara fisik dan emosional, cenderung berbahaya dan destruktif. Stress pada kondisi kronis akan berbahaya terhadap kesehatan fisik dan mental.
Satu hal yang pasti adalah ketegangan di tempat kerja tidak dapat selalu dihindari, tetap harus dihadapi apalagi jika itu berkaitan dengan perkerjaan dan tanggung jawab anda. Di jaman sekarang, khususnya di Jakarta, dimana upah buruh tidak sepadan dengan kapasitas dan kompetensi yang dapat diberikan untuk perusahaan, menjadikan tanggung jawab pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan dan sumber daya pekerja. Mau tidak mau, beban pekerjaan akan lebih besar daripada kapasitas pekerja.
Stres di tempat kerja dapat juga disebabkan oleh perubahan organisasi dan struktur, transisi internal, less recognition and high punishment, perubahan prosedur kerja baru, tidak adanya peluang untuk meningkatkan karir di perusahaan, ketidakjelasan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, tidak ada perencanaan kerja, dan ancaman di kalangan karyawan.
Stres harus dihadapi dan dikelola dengan langkah-langkah tertentu. Mengapa harus dikelola? Karena stres dapat diputar balik kutubnya menjadi dorongan yang positif. Misalnya jika seseorang stres karena utang yang menumpuk, jika dapat diberdayakan menjadi dorongan positif tentu akan lebih memotivasi untuk mencari cara bagaimana agar utang itu terbayarkan, baik dengan bekerja lebih pintar, cari usaha sampingan, ataupun solusi lain.
Efek stres pada fisik yang paling umum adalah sakit kepala,serangan jantung, stroke, obesitas, tekanan darah tinggi, gangguan tidur dan kadang gangguan pencernaan. Stres yang dipendam dan dipelihara akan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Sementara itu secara psikis, efeknya dapat berupa panik, depresi, susah konsentrasi, emosi negatif dan cemas. Efek buruk secara global, dapat menyebabkan terhambatnya emosi positif, pengambilan keputusan buruk, tingkat kepuasan kerja rendah, dan penurunan kinerja pekerja yang akhirnya menyebabkan kinerja organisasi juga menurun serta kerugian finansial.
Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi dan mengelola stres di tempat kerja,
1. Perbaiki manajemen waktu anda. Jika anda sering telat, atau sering datang on time maka segeralah dirubah. Awali hari dengan baik, tidak terburu-buru, tidak emosi, dan sarapan yang baik dan tidak berlebihan. Ini untuk mengurangi stres karena morning rush dan emosi yang tidak terkontrol.
2. Rencanakan setiap aktivitas anda dengan baik. Perencanaan yang baik dibuat tidak hanya short term (jangka pendek), tetapi juga mid term, dan long term. Ada rencana harian, mingguan dan bulanan. Perencanaan ini dibuat agar anda dapat melihat sejauh mana batas kemampuan anda, dan seberapa banyak pekerjaan yang menjadi tanggung jawab anda.
3. Buat skala prioritas pekerjaan dan tanggung jawab, mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Ini untuk mengurangi penyebab stres karena dead line.
4. Jika anda memiliki tim, maka rencanakan apa, bagaimana, kapan dan siapa yang bertanggungjawab terhadap tugas-tugas tertentu. Delegasikan tanggung jawab kepada bawahan anda, dan berikan toleransi kepada sesama tim, baik itu atasan atau bawahan.
5. Bangun iklim kerja yang menyenangkan dan tidak kaku. Iklim kerja yang baik dapat meningkatkan produktivitas jauh lebih baik. Sikap terbuka, komunikasi yang baik sesama pekerja, dan persaingan yang sehat.
6. Pastikan anda memahami setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada anda. Tidak perlu ragu bertanya, lebih baik bertanya terlebih dahulu daripada salah mengerjakannya. Jika anda superior, brief dengan jelas setiap anggota tim mengenai tugas dan tanggungjawabnya.
7. Jika sudah terasa jenuh, pusing, dan susah berpikir, sudah saatnya istirahat. Beberapa kali break selama beberapa menit, jangan melakukan apapun. Ingat "7 habit of highly effective people", salah satunya adalah "sharpen the saw".
8. Berikan apresiasi dan penghargaan kepada karyawan yang mengerjakan tugasnya dengan baik, termasuk kepada diri anda sendiri. Ini dapat mempertahankan semangat dalam tim. Dapat juga dilakukan perayaan-perayaan kecil jika mendapatkan pencapaian tertentu, atau rekreasi bersama.
9. Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman, air conditioning yang bekerja dengan baik, tempat duduk yang nyaman, peralatan pendukung pekerjaan yang mumpuni (PC, printer, scanner, dan sebagainya). Minimalisir gangguan dari luar, seperti suara-suara bising, ventilasi yang baik, cahaya yang cukup dan tidak berlebihan.
10. Jangan menunda-nunda pekerjaan dan tidak usah overtime jika benar-benar tidak diperlukan. Bahkan sebaiknya overtime harus dihindari, karena overtime sebenarnya adalah tanda bahwa kurang baiknya manajemen waktu anda. Pada perusahaan yang baik, kapasitas sebuah posisi benar-benar diukur, dijabarkan menjadi persyaratan kualifikasi dan job description tertentu. Pengukurannya bahkan sangat detail sampai dengan estimasi waktu pengerjaan tugas-tugas yang termasuk ke dalam deskripsi pekerjaannya. Namun jika manajemen waktu anda sudah baik tapi masih tetap harus overtime, maka sudah saatnya anda minta promosi (naik gaji), karena itu artinya anda mengerjakan tugas lebih tinggi dari kapasitas jabatan anda.
Demikian 10 tips untuk mengatasi dan mengelola stres di tempat kerja, semoga bermanfaat. Junas 03:24 New Google SEO Bandung, Indonesia