Home » , » Cara Menghemat Listrik Lengkap

Cara Menghemat Listrik Lengkap

Hemat listrik hemat energi bukan karena tidak mampu, tetapi sebagai langkah bijak untuk menyelamatkan bumi

Tidak terasa tarif listrik semakin lama semakin besar dan memberatkan. Anggaran rumah tangga untuk listrik semakin besar. Daya 900VA pun sudah terasa tidak cukup karena kebutuhan akan listrik semakin besar seiring dengan perkembangan jaman. Mau tak mau lebih baik meningkatkan daya dari 900VA menjadi 1300VA atau 2200VA. Apalagi semenjak pemerintah menghapus subsidi listrik secara bertahap bagi sebagian pelanggan 900VA.

Anggaran untuk listrik bisa bertambah 2-3 kali lipat dari biasanya dan tentu akan mempengaruhi alokasi anggaran lainnya. Untuk itu sebaiknya kita siasati penggunaan listrik ini agar tidak terlalu memberikan beban terhadap anggaran rumah tangga. Lagipula mengambil langkah hemat listrik juga sebagai salah satu langkah bijak untuk menghemat penggunaan energi dan menyelamatkan bumi.

1. Prabayar atau pascabayar

Para pelanggan baru PLN (Perusahaan Listrik Negara) akan diberikan meteran listrik dengan model token (pra-bayar). Namun bagi para pelanggan lama yang memiliki model meteran listrik lama/ pasca bayar, sebaiknya mengajukan untuk penggantian ke meteran listrik token (pra-bayar).

Listrik pra-bayar memiliki kelebihan sebagai berikut:
- pengisian listrik sangat mudah, seperti pengisian pulsa, bisa melalui internet banking, atm, marketplace, melalui minimarket dan sebagainya. Sangat berbeda dengan listrik pasca bayar.
- mudah mengontrol penggunaan listrik. Kita dapat menentukan alokasi anggaran untuk listrik setiap bulannya, dengan demikian akan mendorong kita untuk lebih disiplin dan peduli saat menggunakan listrik.

Trik menghitung pemakaian dan penghematan listrik:
- cobalah buat daftar alat elektronik apa saja yang ada di rumah Anda, dan catat masing-masing daya yang dibutuhkan.
- lalu buatlah estimasi perkiraan pemakaian alat elektronik tersebut per hari dan kemudian kalikan per bulan. Misalnya televisi dinyalakan secara rutin setiap harinya dari jam 05.00 sampai dengan jam 07.00, dan jam 17.00 sampai dengan jam 21.00. Total 6 jam per hari dikalikan jumlah hari di bulan tersebut (misal 31 hari), dan dikalikan tarif listrik yang berlaku (misal Rp.1.500 per Kwh). Daya televisi 60 Watt. Maka perhitungannya sebagai berikut:

Penggunaan daya = 6 x 31 x 60 = 11160 Watt = 11.16 Kw/ bulan
Anggaran yang dibutuhkan = 1500 x 11.16 = Rp. 16.740/ bulan

Cobalah buat estimasi pemakaian untuk alat elektronik lainnya. Jika Anda baru pertama kali menghitung ini, coba lebih perhatikan penggunaan listrik untuk AC dan pemanas (dispenser, setrika, water heater dan pengering pakaian), karena biasanya memakan daya sangat besar terutama untuk tarikan daya awal.

Jika sudah punya daftar estimasi biaya pemakaian alat listrik, Anda akan memiliki angka patokan anggaran listrik. Untuk menghematnya cobalah kurangi penggunaan kesehariannya, misalnya Anda mengestimasikan penggunaan listrik untuk televisi 6 jam per hari, coba kurangi menjadi 4 jam per hari. Lakukan hal yang sama untuk alat elektronik lainnya. Anda dapat menghemat penggunaan listrik sampai dengan 50% per bulan dengan cara ini.

2. Daya listrik berapa yang cocok untuk Anda?

Sesuaikan daya listrik dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Jika dirasa tidak butuh atau memberatkan pakailah daya 900VA saja tidak usah memaksakan memakai listik 1300VA atau 2200VA. Batasan daya ini akan membantu Anda mengontrol pengeluaran listrik, semakin besar daya, pengeluaran untuk listrik akan semakin besar.

Sebagai contoh untuk pengguna daya 900VA, tidak akan bisa memakai setrika (400 Watt) bersamaan dengan dispenser (400 Watt), lampu-lampu (40watt) dan kipas angin (180 watt) karena sistem pengaman akan mati secara otomatis jika Anda memakai daya lebih dari 900VA. Berbeda dengan listrik 2200VA, semuanya akan tetap menyala karena masih jauh di bawah batas pemakaian daya. Anda tidak akan menyadari kalau angka di meteran berkurang drastis karena penggunaan alat elektronik tersebut bersamaan.

3. Gunakan alat elektronik yang hemat listrik

Sejak awal tahun 2000-an banyak produsen alat elektronik yang mengembangkan alat-alat yang hemat daya listrik dan ramah lingkungan. Sampai dengan tahun 2017 ini semakin banyak pilihan peralatan listrik yang hemat daya. Pilihlah alat-alat yang hemat daya, yaitu sebagai berikut:

- gunakan lampu hemat daya, misalnya lampu led. Tinggalkan lampu pijar dan beralih ke lampu led. dengan tingkat 'keterangan' yang sama tapi daya yang dipakai jauh lebih sedikit. Misalnya lampu LED merk tertentu dapat memberikan penerangan setara 180 Watt sementara daya yang dipakai hanya 24 Watt.

- gunakan AC dengan teknologi hemat daya, misalnya AC inverter. Anda dapat menghemat daya sampai dengan 60% per bulannya. Sesuaikan kebutuhan AC dengan kapasitas ruangan. Anda tidak perlu membeli AC 1 PK jika ruangannya hanya 3x4 meter. Anda dapat mengonsultasikan ini dengan sales penjual AC-nya, mereka sudah diajari cara menghitung kebutuhan AC untuk konsumen berdasarkan luas ruangannya.

- gunakan water heater dengan daya kecil namun dengan kapasitas besar, atau lebih baik jika menggunakan water heater dengan sumber energi solar cell. Cermati kebutuhan daya untuk water heater ini saat Anda memutuskan untuk membeli water heater. Jangan kaget jika kebutuhan dayanya sampai dengan ribuan Watt.

- gunakan lemari pendingin dengan teknologi hemat daya, misalnya kulkas inverter. Saat ini cukup banyak pilihan kulkas hemat daya dari beberapa produsen terkenal.

- gunakan kompor induksi ketimbang kompor listrik.

Hindari memaksakan memiliki barang elektronik yang memakan daya listrik besar, sementara daya rumah tidak memadai.


4. Hati-hati menggunakan mesin pengering pakaian

Salah satu alat yang menguras banyak energi adalah mesin pengering baju. Pengering baju ini dijual terpisah atau tergabung sebagai salah satu fitur mesin cuci bukaan depan. Tidak tanggung-tanggung daya yang dipakai bisa lebih dari 2000 Watt saat Anda menggunakan mesin pengering ini. Sebaiknya Anda menggunakan mesin pengering pakaian ini saat musim hujan, saat kemarau sebaiknya manfaatkan sinat matahari untuk mengeringkan pakaian.

Jangan tertukar antara mesin pengering pakaian dengan spinner. Mesin pengering pakaian memakai energi listrik untuk menghasilkan energi panas yang dapat mengeringkan pakaian. Biasanya ada di mesin cuci bukaan depan. Sementara spinner biasanya ada di mesin cuci double drum, mekanismenya hanya memutar pakaian untuk mengurangi air pada pakaian, keringnya pun hanya 70%. Anda masih harus menjemurnya agar kering.

Demikian cara menghemat listrik. Adanya meteran listrik sistem token akan memberikan kita kontrol penuh terhadap penggunaan listrik. Bijaklah menggunakan listrik, berhemat untuk menyeimbangkan anggaran rumah tangga bukan berarti tidak mampu, tetapi merupakan langkah cerdas untuk mengalokasikan dana ke hal yang lebih berguna ketimbang membuang-buang energi untuk sesuatu yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Semoga artikel ini bermanfaat! Klik label "General" untuk mendapatkan artikel seputar hal-hal umum.

Thanks for reading & sharing Guidance and Tips

Previous
« Prev Post

0 comments:

Posting Komentar

Translate to Your Language